
Pantau - Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menyatakan kapal cepat KM Arupadatu I yang membawa lima jurnalis dan tiga kru masih hilang setelah dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Pandeglang.
Hingga kini, tim gabungan belum menemukan keberadaan kapal tersebut sehingga proses pencarian masih terus dilakukan.
“Yang pasti sampai dengan sekarang Arupadatu I tidak ada yang ditemukan. Ya kita samakan sekarang masih hilang,” ungkap Hengki.
Satu Kru KM Arupadatu I Teridentifikasi
Meski keberadaan kapal belum diketahui, kepolisian telah mengidentifikasi satu korban bernama Surakman atau Sukarman (60) yang merupakan salah satu kru KM Arupadatu I.
Identitas Sukarman diketahui setelah dilakukan pencocokan DNA menggunakan sampel antemortem dengan jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu.
Kapolda Banten menegaskan kepolisian tidak ingin berspekulasi mengenai kondisi maupun status kapal selama belum terdapat fakta yang memastikan keberadaannya.
“Belum ada kejelasan kapal itu ke mana,” kata Hengki.
Selain Sukarman, tujuh orang yang berada di KM Arupadatu I masih belum ditemukan.
Lima di antaranya merupakan jurnalis, yakni M Bagus Khoirunas dari Kantor Berita ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro dari iNews, Firdaus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis lepas.
Dua orang lainnya adalah Warta selaku kapten kapal dan Heriyanto selaku pemandu.
Polisi dan Tim SAR Gabungan Terus Lakukan Pencarian
Kepolisian belum dapat memastikan kondisi maupun keberadaan tujuh orang yang masih dalam pencarian tersebut karena belum terdapat temuan yang dapat menjadi dasar kesimpulan.
Hengki menyebut terdapat berbagai kemungkinan mengenai keberadaan mereka, tetapi kepolisian belum dapat memastikan kondisi para korban tanpa fakta di lapangan.
“Kalau korban-korban yang lain atau yang belum ditemukan, bisa saja ternyata mereka mungkin selamat, mungkin terbawa ke luar negeri. Itu saya tidak tahu dan belum bisa saya jawab,” ungkap Hengki.
Kepolisian bersama tim gabungan, termasuk Basarnas, akan terus melakukan penanganan dan pencarian terhadap KM Arupadatu I serta orang-orang yang masih belum ditemukan.
Proses pencarian akan berfokus pada data faktual dan berbagai temuan di lapangan yang berhasil dihimpun tim.
Polda Banten juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan nelayan yang membantu memberikan informasi selama proses pencarian.
“Polda Banten menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan para nelayan yang telah membantu memberikan informasi terkait penemuan jenazah,” kata Hengki.
- Penulis :
- Arian Mesa




