HOME  ⁄  Nasional

Satgas Yonif 462 Kopasgat Amankan Paket Berisi Senapan Angin dan Bendera Bintang Kejora di Wamena

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Satgas Yonif 462 Kopasgat Amankan Paket Berisi Senapan Angin dan Bendera Bintang Kejora di Wamena
Foto: Satgas Yonif 462 Kopasgat amankan barang bukti berupa satu pucuk senapan angin kaliber 4,5 mm, optik teleskop, peredam, pisau karambit, bendera Bintang Kejora, pakaian loreng serta tiga unit telepon genggam di Bandara Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan (sumber: Dok Satgas Yonif 426 Korspasgat)

Pantau - Satuan Tugas Yonif 462 Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) mengamankan sebuah paket mencurigakan berisi senjata dan sejumlah perlengkapan pendukung yang dikirim melalui jalur kargo ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Paket tersebut berhasil diamankan setelah melalui proses pemantauan dan pemeriksaan oleh petugas gabungan.

Komandan Pos Pasgat Yonif 462 Wamena Letnan Dua Pas Fajar Sari Santoso mengatakan paket tersebut diketahui dikirim dari Sentani menuju Wamena menggunakan layanan kargo Trigana Air.

Petugas Temukan Senapan Angin hingga Bendera Bintang Kejora

“Paket tersebut diketahui dikirim dari Sentani menuju Wamena menggunakan layanan kargo Trigana Air dengan nomor resi STNP26116827. Setelah dilakukan pemeriksaan, kami menemukan sejumlah barang berupa satu pucuk senapan angin kaliber 4,5 mm, optik teleskop, peredam, pisau karambit, bendera Bintang Kejora, pakaian loreng serta tiga unit telepon genggam,” ungkap Fajar.

Menurut Fajar, pemilik paket diketahui bernama Weminus Wandik yang berusia 28 tahun dan tercatat sebagai warga Hinekombe, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura.

Weminus kemudian diamankan prajurit Satgas Pasgat Pos Wamena bersama aparat Polsek KP3 Bandara Wamena untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut.

Fajar mengatakan pengamanan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya aparat menjaga keamanan masyarakat sekaligus memastikan jalur transportasi udara tidak digunakan untuk mengirim barang yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.

“Langkah pengamanan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan masyarakat serta memastikan jalur transportasi udara tetap aman dari pengiriman barang yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan,” ungkap Fajar.

Barang Bukti dan Pemilik Paket Diserahkan ke Polisi

Fajar menjelaskan penanganan paket mencurigakan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan wilayah.

“Setiap temuan akan ditangani sesuai prosedur dan diserahkan kepada pihak yang berwenang untuk proses hukum lebih lanjut,” ungkap Fajar.

Seluruh barang bukti yang ditemukan bersama pemilik paket selanjutnya diserahkan kepada pihak kepolisian untuk pemeriksaan lebih mendalam.

Pemeriksaan kepolisian akan mencakup penelusuran asal-usul barang, tujuan penggunaannya, serta kemungkinan adanya pihak lain yang berkaitan dengan pengiriman paket tersebut.

Fajar juga mengimbau masyarakat tidak menyalahgunakan jalur transportasi umum untuk mengirim barang yang dapat membahayakan keamanan dan ketertiban.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyalahgunakan jalur transportasi umum untuk mengirimkan barang-barang yang dapat membahayakan keamanan dan ketertiban. Sinergi antara petugas bandara, aparat keamanan, kepolisian serta masyarakat dinilai penting untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah Papua Pegunungan,” ungkap Fajar.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026