HOME  ⁄  Nasional

Jenazah ABK KM Arupadatu I Tiba di Bandara Soetta, Dibawa ke Pandeglang untuk Dimakamkan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Jenazah ABK KM Arupadatu I Tiba di Bandara Soetta, Dibawa ke Pandeglang untuk Dimakamkan
Foto: (Sumber :Petugas dari kepolisian mengangkat peti jenazah Sukarman (60), salah satu kru kapal cepat KM Arupadatu I yang membawa rombongan jurnalis hilang kontak di perairan Selat Sunda, Pandeglang, setelah diterbangkan dari Bengkulu pada Kamis (24/9/2026). ANTARA/Azmi Samsul M.)

Pantau - Jenazah Sukarman (60), salah satu kru KM Arupadatu I yang membawa rombongan jurnalis dan sempat hilang kontak di perairan Selat Sunda, Pandeglang, tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (24/9/2026).

Jenazah Sukarman tiba di Terminal Kargo Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 07.35 WIB setelah diterbangkan dari Bengkulu menggunakan pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID6817.

Setibanya di bandara, jenazah dijemput Bupati Pandeglang Dewi Setiani dan dibawa ke human remains transit lounge untuk menjalani proses serah terima dari Polda Bengkulu.

Jenazah Dibawa ke Rumah Duka di Pandeglang

Setelah proses serah terima, jenazah Sukarman langsung dibawa menuju kediamannya di Kampung Pagedongan, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang.

“Kami atas nama pemerintah daerah dan masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Polda Bengkulu dan juga Polda Banten yang sudah memfasilitasi kepulangan warga kami. Semoga keluarga diberikan ketabahan dan keikhlasan,” kata Dewi.

Dewi juga menyampaikan duka cita serta apresiasi kepada jajaran kepolisian yang membantu proses pemulangan jenazah hingga ke daerah asal.

Pemerintah Kabupaten Pandeglang memastikan akan mendampingi seluruh rangkaian pemulangan jenazah Sukarman hingga proses pemakaman.

“Kami akan mengantarkan sampai prosesi dishalatkan dan juga dimakamkan,” tambahnya.

Dua Warga Masih dalam Pencarian

Terkait dua warga lainnya yang masih dalam pencarian, Dewi mengatakan pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan dan berkoordinasi dengan tim penyelamat.

Koordinasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendampingi keluarga korban.

“Kami pemerintah daerah mempunyai juga tanggung jawab dan kewenangan tersendiri, tapi kami menghormati semua keputusan yang sudah diambil oleh pihak-pihak dari Basarnas, TNI, Polri,” kata dia.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026