HOME  ⁄  Nasional

Baznas Evaluasi Program Beasiswa untuk Tingkatkan Kualitas SDM Pengelola Zakat

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Baznas Evaluasi Program Beasiswa untuk Tingkatkan Kualitas SDM Pengelola Zakat
Foto: (Sumber :Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI Zainut Tauhid Sa'adi dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) Program Beasiswa Baznas konsentrasi filantropi Islam di Jakarta, Rabu (23/9/2026). ANTARA/HO-Baznas RI.)

Pantau - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI melakukan monitoring dan evaluasi Program Beasiswa Baznas konsentrasi filantropi Islam untuk memastikan program pendidikan memberikan dampak optimal dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pengelola zakat.

Program beasiswa tersebut dijalankan Baznas bekerja sama dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Hingga kini, sebanyak 112 penerima beasiswa yang tersebar di 19 provinsi telah mengikuti program tersebut.

"Untuk ke depan, memang kami (Baznas) berharap melalui program beasiswa pendidikan S2 dan S3 ini, zakat itu bisa berkembang dengan baik, yang dikelola oleh tangan-tangan yang terampil, yang profesional. Ini bagian dari investasi jangka panjang," kata Wakil Ketua Baznas RI Zainut Tauhid Sa'adi dalam keterangan di Jakarta, Kamis (24/9).

Zainut mengatakan penguatan kapasitas amil melalui sertifikasi kompetensi, standardisasi tata kelola, dan pendidikan formal merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengelolaan zakat.

Baznas Siapkan SDM Pengelola Zakat

Menurut Zainut, amil yang amanah juga harus memiliki pengetahuan karena kepercayaan muzaki dibangun melalui profesionalisme pengelola zakat.

"Ketika amanah itu kita kembalikan kepada umat dalam bentuk ilmu dan manusia, sesungguhnya kita sedang menanam untuk jangka panjang. Amil Baznas dan LAZ yang saat ini sebagai penerima manfaat beasiswa ke depan adalah wajah pengelolaan zakat nasional sepuluh hingga dua puluh tahun ke depan," ujar Zainut.

Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Zulkifli mengapresiasi Program Beasiswa Baznas konsentrasi filantropi Islam.

Ia berharap program pendidikan tersebut terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi peningkatan kapasitas para amil.

Zulkifli menjelaskan mahasiswa penerima beasiswa harus menjalani sejumlah tahapan akademik selama menempuh pendidikan.

Tahapan tersebut antara lain publikasi karya ilmiah pada jurnal terindeks Sinta maupun Scopus serta mengikuti kolokium atau konferensi internasional.

"Tahapan tersebut menjadi bentuk uji publik untuk mengukur kemampuan dan kompetensi peserta, dengan penilaian yang dilakukan oleh reviewer dan pengelola jurnal maupun forum akademik terkait. Alhamdulillah, sejauh ini, menurut pemantauan kami, secara umum berjalan baik dan berjalan lancar," ucap Zulkifli.

Penerima Beasiswa Dorong Program Dilanjutkan

Salah satu penerima Program Beasiswa Baznas konsentrasi filantropi Islam, Arif Budiman, mengatakan kesempatan menempuh pendidikan S2 memberikan lingkungan belajar yang mendukung peningkatan kemampuannya.

“Alhamdulillah, saya merasa sekolah pascasarjana ini adalah sarana belajar yang baik, dan bagi saya ini merupakan privilege yang diberikan kepada saya untuk belajar. Ini merupakan lingkungan yang sangat tepat untuk belajar. Dengan segala fasilitas belajar yang sangat memadai dan juga lingkungannya, dosen-dosennya juga sangat support,” ujar Arif.

Arif berharap program beasiswa Baznas terus berlanjut dan dikembangkan sehingga semakin banyak amil memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan.

Program tersebut juga diharapkan dapat mencetak lebih banyak tenaga pengelola zakat yang berkualitas dan profesional.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026