HOME  ⁄  Nasional

Kemendukbangga Gandeng Mitra Global Optimalkan Bonus Demografi Menuju Indonesia Emas

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kemendukbangga Gandeng Mitra Global Optimalkan Bonus Demografi Menuju Indonesia Emas
Foto: (Sumber :Wamendukbangga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka (tiga dari kiri) memberikan penghargaan pada Country Representative UNFPA di Indonesia, Hassan Mohtashami (empat dari kiri) dalam forum tingkat tinggi Kemendukbangga/BKKBN bersama partner global di Jakarta, Kamis (24/9/2026). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari..)

Pantau - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN memperkuat kemitraan dengan sejumlah lembaga global untuk mengoptimalkan bonus demografi agar dominasi penduduk usia produktif dapat menjadi kekuatan dalam mewujudkan Indonesia Emas.

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka mengatakan Indonesia saat ini tengah memasuki masa bonus demografi yang diiringi sejumlah tantangan.

"Saat ini Indonesia tengah memasuki masa bonus demografi, tetapi kita juga tahu bahwa ada begitu banyak tantangan yang dihadapi, sehingga membutuhkan kolaborasi bersama, tidak hanya pemerintah pusat, tetapi juga lembaga-lembaga di bawah PBB untuk bersama-sama menjalankan program-program terkait pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana, termasuk salah satunya pencegahan stunting," kata Isyana di Jakarta, Kamis (24/9).

Kemendukbangga/BKKBN selama ini telah menjalin kolaborasi dengan sejumlah lembaga internasional, antara lain Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFPA) dan Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF).

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas generasi masa depan melalui berbagai program pembangunan keluarga dan kependudukan.

"Termasuk juga tentang anak-anak muda, kemudian dari UNICEF tentu saja program tentang anak-anak, termasuk remaja ada di dalamnya, dan salah satunya Generasi Berencana (Genre) itu agar bagaimana kita bisa memanfaatkan bonus demografi ini," ujar Wamendukbangga.

Penduduk Usia Produktif Capai 196 Juta Jiwa

Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, jumlah penduduk Indonesia mencapai sekitar 284 juta jiwa.

Dari jumlah tersebut, sekitar 196 juta jiwa atau 68,94 persen merupakan penduduk usia produktif sehingga menunjukkan Indonesia sedang berada pada puncak bonus demografi.

Menurut Isyana, besarnya proporsi penduduk usia produktif membuka peluang untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan produktivitas, serta mewujudkan Indonesia sebagai bangsa yang sejahtera dan berdaya saing.

Namun, ia mengingatkan bonus demografi tidak secara otomatis berubah menjadi dividen demografi.

Menurut Isyana, diperlukan investasi terhadap manusia sepanjang siklus kehidupan, mulai dari anak-anak, remaja, penduduk usia produktif baik laki-laki maupun perempuan, hingga optimalisasi potensi penduduk lanjut usia.

Pembangunan SDM Jadi Kunci Bonus Demografi

Isyana mengatakan pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu kunci agar bonus demografi dapat menjadi kekuatan ekonomi dan sosial bagi Indonesia.

"Tentu saja ini membutuhkan keluarga yang sehat dan tangguh, manusia yang produktif, serta perlindungan sosial yang memadai. Hal ini sejalan dengan AstaCita keempat Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas," paparnya.

Menurut Isyana, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dilakukan secara menyeluruh agar besarnya jumlah penduduk usia produktif dapat memberikan manfaat optimal bagi pembangunan.

"Kita membutuhkan keluarga yang sehat dan tangguh, generasi muda yang berkualitas, perempuan dan laki-laki yang produktif, serta kita membutuhkan sistem perlindungan sosial yang memadai," tutur Wamendukbangga Isyana Bagoes Oka.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026