
Pantau - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyoroti pentingnya peran apoteker dalam mengedukasi masyarakat, terutama remaja, guna mencegah penyalahgunaan obat keras seperti Tramadol.
Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi DKI Jakarta Ali Maulana Hakim menyebut apoteker memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat.
“Dalam konteks inilah tentu kita bicara tentang apoteker, bagaimana figur apoteker sebagai agen Agent of Change. Tolok ukur keberhasilan sektor kefarmasian ini tidak semata-mata dihitung dari ketersediaan obat, jadi kalau ada obat harganya murah, stoknya ada, tapi juga bagaimana kita, bisa paham penggunaan obat di keluarga,” kata Ali dalam World Pharmacists Day 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat, 25 September 2026.
Puluhan Ribu Tramadol Ilegal Disita
Ali mengatakan riset lapangan di Kelurahan Johar Baru pada 2019 menemukan permintaan obat keras jenis Tramadol di kalangan remaja cukup tinggi yang menurutnya dipengaruhi faktor lingkungan.
Pemprov DKI Jakarta kemudian melakukan penindakan lapangan dalam skala besar pada 2025 terhadap peredaran obat tersebut.
“Satpol PP DKI berhasil menyita lebih dari 39.436 butir Tramadol ilegal di berbagai wilayah. Paling berapa dus saja, sedikit ya. Tapi bahayanya, butir-butir ini merusak anak-anak kita,” kata Ali.
Pemprov DKI juga melakukan penyitaan, penegakan hukum, serta pemberian sanksi administrasi terhadap pelanggaran yang ditemukan.
Hukuman tindak pidana turut diterapkan berdasarkan Perda Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.
“Pemprov DKI merespons dan juga mengambil langkah-langkah penegakan hukum. Bagaimana penguatan regulasi secara tegas, yang pertama kita punya pengesahan Perda Nomor 3 Tahun 2026,” ungkap Ali.
Apoteker Didorong Perkuat Edukasi Masyarakat
Ali mengatakan penegakan hukum saja tidak cukup sehingga diperlukan langkah preventif untuk menekan penyalahgunaan obat keras.
Salah satu langkah tersebut dilakukan dengan memperkuat peran apoteker dalam memberikan edukasi mengenai penggunaan obat yang benar kepada masyarakat.
“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tentu mendorong apoteker untuk memperkuat tiga peran strategis. Yang pertama, ini kegiatan dari Dinas Kesehatan, menggelorakan gerakan Dagusibu: Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang obat dengan benar,” jelas Ali.
Wakil Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Savitri Handayana juga menilai apoteker memiliki peran penting karena dapat memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat.
“Jadi PR saya banyak ke Agent of Change ini sebenarnya. Karena ini adalah edukasi yang paling langsung ke sasarannya, langsung ke warga. Salah satunya adalah pengakses daripada obat-obatan dengan O atau label K keras. Ya, saya sebut salah satunya mungkin Tramadol,” kata Savitri.
Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga akan berkolaborasi dengan berbagai fasilitas kesehatan untuk mengedukasi masyarakat, terutama remaja, mengenai bahaya penyalahgunaan obat keras.
- Penulis :
- Aditya Yohan




