
Pantau - Tiga perguruan tinggi di Jakarta mengembangkan inovasi pangan sehat berbahan dasar melinjo yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas produk dan daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia.
Kolaborasi riset tersebut melibatkan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Universitas Pancasila (UP), dan Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) sebagai bagian dari hilirisasi riset terapan.
Peneliti sekaligus inventor utama dari UMJ Dr Endang Rudiatin mengatakan hasil analisis menunjukkan melinjo memiliki kandungan senyawa aktif yang berpotensi dimanfaatkan dalam pengembangan pangan sehat.
“Berdasarkan analisis kandungan melinjo terbukti kaya akan senyawa aktif gnetisin dan gnetana yang memiliki khasiat tinggi sebagai antioksidan alami,” kata Endang dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, 25 September 2026.
Endang mengatakan konsumsi olahan melinjo yang tepat dapat memberikan manfaat bagi kesehatan, termasuk membantu meningkatkan kesehatan tubuh serta berperan dalam pencegahan diabetes dan obesitas.
Riset Melinjo Dikembangkan Menjadi Biskuit Sehat
Formulasi yang dihasilkan dari riset kolaborasi tiga perguruan tinggi tersebut telah diuji coba kepada wirausaha mahasiswa dan pelaku usaha kecil dalam bentuk produk biskuit sehat.
Produk olahan melinjo itu dirancang memiliki masa simpan lebih panjang dengan tetap memperhatikan standar nutrisi sehingga diharapkan dapat meningkatkan nilai jual produk lokal.
Inovasi tersebut turut dipamerkan dalam Gelar Riset Hasil Inovasi Pendidikan Jarak Jauh Universitas Terbuka (Galeri PJJ-UT) 2026 yang mengusung tema Beyond Innovation: Riset Berkualitas, Dampak Meluas.
Riset itu juga telah menghasilkan sejumlah produk hilirisasi yang memperoleh pelindungan hukum melalui paten granted, desain industri, dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Mesin Penepung hingga Pemasaran Digital Disiapkan untuk UMKM
Dari sisi produksi, pakar teknik mesin Universitas Pancasila Prof Dr Dwi Rahmalina bersama Dr Agri Suwandi mengembangkan mesin penepung khusus untuk mendukung pengolahan bahan baku melinjo.
Mesin yang telah memperoleh paten desain industri tersebut dirancang untuk meningkatkan efisiensi pengolahan bahan baku menjadi tepung halus berkualitas tinggi sekaligus mempertahankan kandungan senyawa aktif.
Sementara itu, Dr Zalzulifa dari Polimedia berperan dalam memperkuat aspek pemasaran melalui pendampingan pembuatan konten kreatif, strategi science-based branding, serta pemanfaatan platform digital.
Kolaborasi ketiga perguruan tinggi tersebut diarahkan untuk mendorong melinjo menjadi produk pangan bernilai tambah sekaligus membuka sumber pendapatan baru bagi UMKM pangan nasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




