
Pantau - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pemerintah dan masyarakat Indonesia akan terus berdiri bersama Palestina dalam mendukung hak-hak rakyat Palestina serta kemerdekaan yang diperjuangkan.
“Indonesia akan selalu dan selamanya berdiri bersama Palestina,” ungkap Nasaruddin.
Pernyataan tersebut disampaikan Nasaruddin saat bertemu dengan Mufti Agung Al-Quds sekaligus Imam Masjid Al-Aqsa Palestina, Syekh Muhammad Hussein, di tengah rangkaian International Grand Imam Conference (IGIC) 2026.
Pertemuan itu turut dihadiri Penasihat Presiden Otoritas Palestina untuk Urusan Agama sekaligus Hakim Syariah Tertinggi, Mahmoud Al-Habbash.
Syekh Muhammad Hussein dan Mahmoud Al-Habbash berada di Indonesia untuk mengikuti IGIC 2026 yang dipusatkan di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada 25 hingga 28 September 2026.
Indonesia Tegaskan Dukungan terhadap Kemerdekaan Palestina
Dalam pertemuan dengan dua tokoh Palestina tersebut, Nasaruddin menyampaikan keteguhan sikap pemerintah dan masyarakat Indonesia dalam mendukung hak-hak dasar rakyat Palestina.
Ia menegaskan dukungan Indonesia terhadap hak-hak rakyat Palestina tidak pernah surut.
Bagi Indonesia, pembelaan terhadap Palestina disebut bukan hanya persoalan politik luar negeri, tetapi juga panggilan kemanusiaan dan amanat konstitusi.
Nasaruddin menempatkan kemerdekaan Palestina sebagai bagian utama dari komitmen tersebut.
“Kemerdekaan Palestina adalah harga mati, dan kami di Kementerian Agama berkomitmen untuk menerjemahkan dukungan tersebut ke dalam langkah-langkah nyata yang berdampak langsung bagi masa depan generasi muda Palestina,” ungkapnya.
Kementerian Agama berkomitmen menerjemahkan dukungan tersebut melalui langkah konkret yang dapat memberikan dampak langsung bagi masa depan generasi muda Palestina.
Beasiswa Disiapkan untuk Mahasiswa Palestina
Sebagai salah satu bentuk konkret komitmen tersebut, Nasaruddin memaparkan Pemerintah Indonesia telah mengalokasikan program beasiswa pendidikan tinggi bagi mahasiswa asal Palestina.
Program itu memberikan kesempatan kepada generasi muda Palestina untuk menempuh pendidikan tinggi di berbagai kampus unggulan di Indonesia.
Kesempatan pendidikan tersedia melalui Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) maupun universitas mitra lainnya.
Pemerintah memandang program pendidikan tersebut sebagai investasi jangka panjang bagi Palestina melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Program beasiswa juga dipandang sebagai jembatan ilmu pengetahuan sekaligus persaudaraan antara Indonesia dan Palestina.
Melalui pendidikan, generasi muda Palestina diharapkan memiliki fondasi intelektual yang kuat untuk berkontribusi terhadap pembangunan dan kepemimpinan di tanah air mereka pada masa mendatang.
“Kami ingin investasi jangka panjang bagi Palestina diwujudkan melalui penguatan kapasitas sumber daya manusianya. Beasiswa ini adalah jembatan ilmu dan persaudaraan, agar kelak para pemuda Palestina memiliki fondasi intelektual yang kokoh untuk membangun dan memimpin kembali tanah air mereka,” ungkap Nasaruddin.
IGIC 2026 Beri Ruang Khusus bagi Isu Palestina
IGIC 2026 dirancang berbeda dari forum diplomatik pada umumnya karena diarahkan menjadi panggung moral global yang melibatkan para pemimpin keagamaan dunia.
Dalam forum tersebut, isu kemanusiaan dan kemerdekaan Palestina mendapatkan ruang pembahasan secara khusus dan mendalam.
Kehadiran Mufti Agung Al-Quds sekaligus Imam Masjid Al-Aqsa Syekh Muhammad Hussein dinilai memiliki arti penting dalam penyelenggaraan forum tersebut.
Dalam rangkaian IGIC 2026, Syekh Muhammad Hussein dijadwalkan menyampaikan pidato khusus dan memimpin dialog perdamaian dunia sekaligus membawa suara Palestina yang masih memperjuangkan kemerdekaan.
Kehadiran tokoh-tokoh Palestina di Masjid Istiqlal diharapkan meningkatkan kesadaran kolektif para pemimpin agama dari berbagai negara dan mendorong solidaritas lintas batas untuk membantu menghentikan krisis kemanusiaan.
IGIC 2026 menjadi ruang pertemuan para ulama besar sekaligus forum untuk memperkuat perhatian terhadap persoalan kemanusiaan dan perdamaian.
Forum tersebut juga diarahkan menjadi momentum untuk menyatukan energi spiritual dunia Islam dalam mendukung perdamaian serta perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina.
- Penulis :
- Arian Mesa




