
Pantau - Wakil Presiden Gibran Rakabuming memastikan pemerintah memberikan perhatian terhadap pemulihan rumah ibadah yang terdampak banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Pemulihan dilakukan agar masyarakat terdampak bencana dapat kembali memanfaatkan rumah ibadah dengan nyaman setelah kondisi memungkinkan.
Pemerintah juga akan memperhatikan kebutuhan masyarakat dalam menjalankan ibadah selama proses penanganan dan pemulihan pascabencana berlangsung.
“Pemerintah akan perhatikan kebutuhan warga terdampak dalam menunaikan ibadahnya,” ungkap Gibran.
Gibran Salat Jumat dan Berdialog dengan Warga
Dalam kunjungannya ke Kabupaten Solok, Gibran menunaikan salat Jumat bersama masyarakat terdampak banjir bandang di Masjid Raya Al Mukarramah, Koto Gaek Guguak, Kecamatan Gunung Talang.
Setelah salat Jumat, Gibran melakukan santap siang bersama masyarakat di halaman masjid.
Gibran juga berbincang langsung dengan warga untuk menyerap aspirasi sekaligus mengetahui kondisi dan berbagai kebutuhan yang mereka hadapi setelah bencana.
Kehadiran Gibran di tengah masyarakat menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan penanganan pascabencana di Kabupaten Solok berjalan sesuai dengan kebutuhan yang ditemukan di lapangan.
Penanganan tersebut mencakup pemenuhan berbagai kebutuhan dasar masyarakat serta pemulihan kehidupan warga setelah bencana.
Selain kebutuhan masyarakat secara langsung, pemerintah memberikan perhatian terhadap pemulihan fasilitas publik yang terdampak, termasuk rumah ibadah.
Pemulihan rumah ibadah ditujukan agar masyarakat dapat kembali menjalankan ibadah secara nyaman sekaligus mendukung pulihnya aktivitas sehari-hari dan kehidupan sosial kemasyarakatan.
Pemerintah menyatakan penanganan dan pemulihan pascabencana di Kabupaten Solok dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh unsur terkait.
Pembersihan Material Banjir hingga Layanan Kesehatan Dipercepat
Sebelumnya, Gibran meminta jajaran pemerintah dan forum koordinasi pimpinan daerah atau forkopimda mempercepat pembersihan material yang terbawa banjir.
Material yang harus dibersihkan meliputi lumpur, pasir, batu, kayu, hingga material longsoran yang menghambat akses dan aktivitas masyarakat.
Material tersebut menghambat sejumlah kawasan dan infrastruktur, mulai dari permukiman, jalan, jembatan, fasilitas umum, hingga lahan pertanian.
Selain pemulihan infrastruktur dan rumah ibadah, Gibran meminta tenaga kesehatan mengantisipasi munculnya berbagai penyakit setelah banjir.
Penyakit pascabanjir yang perlu diantisipasi antara lain diare, penyakit kulit, demam berdarah dengue atau DBD, serta infeksi luka.
Tenaga kesehatan juga diminta memastikan ketersediaan obat-obatan bagi masyarakat terdampak.
Pelayanan kesehatan harus menjangkau warga di posko pengungsian maupun masyarakat yang memilih berada di pengungsian mandiri.
Gibran turut menekankan perlunya memberikan perhatian terhadap kelompok rentan dalam penanganan dampak bencana.
Lahan Pertanian Masuk Prioritas Pemulihan
Pemulihan lahan pertanian juga menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam penanganan pascabencana di Kabupaten Solok.
Lahan pertanian di wilayah tersebut disebut menjadi salah satu penopang pangan Sumatera Barat dan nasional.
Pemulihan lahan pertanian diharapkan membantu masyarakat kembali menjalankan aktivitas setelah kondisi memungkinkan.
- Penulis :
- Shila Glorya




