HOME  ⁄  Nasional

Gibran Minta Pemulihan Lahan Pertanian Solok Dipercepat agar Produksi Pangan Tak Terganggu

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Gibran Minta Pemulihan Lahan Pertanian Solok Dipercepat agar Produksi Pangan Tak Terganggu
Foto: Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka saat meninjau posko penanganan banjir bandang yang menimpa Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (sumber: ANTARA/Rahmatul Laila)

Pantau - Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meminta pemerintah segera memulihkan lahan pertanian yang terdampak bencana di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, agar produksi pangan tetap berjalan.

Permintaan tersebut disampaikan Gibran saat meninjau langsung penanganan bencana di Kabupaten Solok pada Jumat.

Pemulihan dinilai penting mengingat Solok merupakan salah satu daerah lumbung pangan yang menopang produksi untuk wilayah Sumatera maupun nasional.

“Solok termasuk lumbung pangan Sumatera dan nasional. Diharapkan lahan pertanian diperbaiki sehingga produksi beras dan lainnya tidak terganggu,” ungkap Gibran.

Wakil Presiden meminta langkah pemulihan lahan pertanian segera ditindaklanjuti dengan tetap memperhatikan kondisi aktual di lapangan serta kebutuhan masyarakat terdampak.

Pelayanan Publik dan Kebutuhan Dasar Diminta Tetap Terjamin

Selain sektor pertanian, Gibran meminta pemerintah memastikan pelayanan publik di Kabupaten Solok tetap berjalan meskipun kompleks perkantoran bupati turut terdampak bencana.

“Pelayanan publik agar tetap berjalan,” kata Gibran.

Menurut Wakil Presiden, fasilitas pemerintahan yang rusak akibat bencana perlu segera ditindaklanjuti dan diperbarui agar aktivitas pelayanan kepada masyarakat tidak terhenti.

Gibran juga meminta kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana segera dipenuhi, termasuk ketersediaan air bersih bagi warga di lokasi pengungsian.

“Pastikan kebutuhan dasar warga terdampak segera terpenuhi. Air bersih jangan sampai terpapar penyakit bagi korban terdampak bencana,” ungkap Gibran.

Pemerintah juga diminta memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, termasuk masyarakat lanjut usia dan penyandang disabilitas, agar memperoleh bantuan sesuai kebutuhan masing-masing.

Dalam proses pemulihan wilayah, pemerintah turut diminta melakukan normalisasi sungai sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko terjadinya bencana susulan.

Gibran menyampaikan bantuan untuk penanganan bencana dapat segera dicairkan pada Senin sehingga pemerintah daerah dapat mempercepat berbagai proses pemulihan pascabencana.

Gibran Minta Pemerintah Langsung Siapkan Hunian Tetap

Dalam penanganan kebutuhan tempat tinggal warga terdampak, pemerintah diarahkan tidak membangun hunian sementara dan langsung mempersiapkan hunian tetap bagi masyarakat yang kehilangan atau tidak dapat kembali ke rumahnya.

Lokasi hunian tetap diminta mempertimbangkan aspek keamanan agar warga tidak kembali menghadapi risiko bencana serupa.

Hunian tersebut juga perlu berada di lokasi yang tidak terlalu jauh dari tempat warga bekerja agar proses relokasi tidak mengganggu pekerjaan dan mata pencaharian masyarakat.

Gibran mengingatkan masyarakat terdampak untuk tidak kembali menempati rumah yang sebelumnya telah terkena bencana.

“Jangan sampai kembali ke rumah yang sebelumnya terdampak,” kata Gibran.

Wakil Presiden menekankan seluruh tahapan penanganan hingga pemulihan pascabencana membutuhkan koordinasi dan kekompakan berbagai pihak agar kebutuhan warga terpenuhi serta proses rehabilitasi wilayah berjalan dengan baik.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026