HOME  ⁄  Nasional

TNI dan Kementerian PU Pasok Air Bersih untuk Warga Terdampak Banjir Bandang Solok

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

TNI dan Kementerian PU Pasok Air Bersih untuk Warga Terdampak Banjir Bandang Solok
Foto: (Sumber :Warga mengakut air bersih dari Unit Pengolahan Air yang disiagakan Korem 032/WBR bagi masyarakat terdampak bencana alam di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. ANTARA/HO-Penerangan Korem 032/WBR.)

Pantau - TNI bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memasok air bersih bagi masyarakat terdampak banjir bandang atau galodo di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, setelah jaringan air bersih di sejumlah wilayah terputus.

Korem 032/Wirabraja menyiagakan unit pengolah air berteknologi Reverse Osmosis (RO) untuk menyediakan air bersih siap minum bagi masyarakat selama masa tanggap darurat.

Komandan Korem 032/Wirabraja Brigjen TNI Aji Mimbarno mengatakan fasilitas tersebut dikerahkan untuk merespons kebutuhan air bersih masyarakat terdampak bencana.

"Salah satu dampak bencana alam di Solok adalah terputusnya jaringan air bersih, sehingga kami mengerahkan unit ini agar bisa menyuplai air bersih dan siap dikonsumsi oleh masyarakat," kata Brigjen TNI Aji Mimbarno saat dihubungi dari Kabupaten Solok, Sabtu (26/9/2026).

Unit Pengolah Air Produksi Seribu Liter per Hari

Aji mengatakan unit pengolah air tersebut mampu mengolah air baku hingga seribu liter per hari langsung di lokasi bencana.

Pengoperasian fasilitas tersebut diharapkan dapat meminimalkan risiko penyakit akibat penggunaan air yang tercemar.

“Harapannya unit ini dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak, terutama selama masa tanggap darurat,” kata dia.

Selain mengerahkan sarana pengolah air minum, jajaran TNI terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mempercepat distribusi logistik serta pemulihan fasilitas umum yang rusak.

Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Wilayah Sumbar Kementerian PU Maria Doeni Isa mengatakan bencana tersebut merusak sekitar dua kilometer jaringan sistem penyediaan air minum (SPAM) di kawasan Sungai Dareh.

Kerusakan itu menyebabkan sedikitnya 70 rumah di Kecamatan Gunung Talang tidak dapat mengakses air bersih setelah banjir bandang terjadi pada Senin (21/9/2026) malam.

“Ada 70 rumah yang tidak bisa dilayani air bersih di Kecamatan Gunung Talang ini,” jelas dia.

Kementerian PU Pasok 50 Ribu Liter Air Setiap Hari

Sebagai langkah penanganan darurat, BPBPK Wilayah Sumbar telah memasang sejumlah hidran umum untuk mendukung pelayanan air bersih bagi masyarakat.

Sebanyak 50 ribu liter air dipasok secara bertahap menggunakan tiga mobil tangki setiap hari.

“Jadi, kami mengirimkan mobil tangki air per hari itu sekitar 50 kubik (50 ribu liter), ada tiga mobil tangki kita suplai dan pasang hidran umum untuk layanan air bersih," kata Maria.

Pemasangan pipa distribusi baru juga sedang dikerjakan setelah Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumbar menyelesaikan rekondisi lahan di lokasi terdampak.

Selain merusak permukiman dan sarana air bersih, galodo di Kabupaten Solok mengakibatkan kerusakan terhadap 11 gedung perkantoran pemerintah daerah.

Empat bangunan mengalami kerusakan berat, yakni Kantor DPRD, Kantor Dinas Kesehatan, Kantor Dinas PU, serta sebagian Kompleks Kantor Bupati lama.

Kementerian PU merekomendasikan relokasi terhadap empat bangunan tersebut karena strukturnya dinilai sudah tidak layak dan berisiko apabila kembali difungsikan.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026