HOME  ⁄  Ekonomi

Menaker Yassierli Minta Generasi Muda Perkuat Kompetensi untuk Hadapi Perubahan Dunia Kerja

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Menaker Yassierli Minta Generasi Muda Perkuat Kompetensi untuk Hadapi Perubahan Dunia Kerja
Foto: (Sumber :Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dalam acara Sinergitas Pembinaan dan Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing di Jakarta pada Rabu (23/9/2026). (ANTARA/HO-Kemnaker RI).)

Pantau - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan generasi muda perlu memperkuat kompetensi dan kemampuan beradaptasi untuk menghadapi perubahan dunia kerja yang berlangsung cepat.

Perkembangan kecerdasan artifisial (AI), digitalisasi, ekonomi hijau, serta perubahan demografi dinilai turut mengubah jenis pekerjaan dan cara pekerjaan dilakukan.

Perubahan tersebut membuat generasi muda dituntut memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

Ijazah Saja Tidak Cukup Hadapi Perubahan Dunia Kerja

Yassierli mengatakan bekal pendidikan formal saja tidak cukup untuk menghadapi perubahan kebutuhan tenaga kerja.

"Dalam menyikapi perubahan tersebut, tidak cukup jika hanya berbekal ijazah. Kita perlu menyiapkan generasi muda agar memiliki kompetensi yang relevan, pengalaman kerja, kemampuan beradaptasi, dan memiliki kemauan untuk terus belajar," kata Yassierli dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (26/9/2026).

Generasi muda juga perlu membekali diri melalui reskilling dan upskilling untuk meningkatkan kemampuan menghadapi perubahan pekerjaan.

Peningkatan kompetensi tersebut sekaligus dapat membuka peluang bagi generasi muda untuk memasuki jenis pekerjaan baru yang muncul seiring perkembangan teknologi.

Menurut Yassierli, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) turut mendorong penguatan core skills dan integrated skills.

Core skills mencakup kompetensi teknis, sertifikasi, portofolio, dan pengalaman praktik.

Sementara itu, integrated skills menekankan kemampuan menggabungkan berbagai kompetensi sesuai kebutuhan pekerjaan.

Kemnaker Dorong Generasi Muda Belajar Bekerja Bersama Teknologi

Yassierli menilai perkembangan AI perlu diimbangi dengan penguatan kemampuan manusia yang tidak hanya bertumpu pada aspek teknis.

"Di tengah perkembangan AI, peran manusia dalam kreativitas, empati, integritas, kemampuan mengambil keputusan harus terus diperkuat. Oleh karena itu, kita perlu belajar bekerja bersama teknologi," katanya.

Kemampuan beradaptasi juga perlu dibangun melalui growth mindset, pengalaman, dan ketekunan dalam mengembangkan kompetensi.

Kemnaker mendukung pengembangan kompetensi generasi muda melalui Balai Pelatihan Vokasi, Magang Nasional, pengembangan talenta, serta sertifikasi kompetensi berdasarkan standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

"Dunia kerja akan terus berubah. Sehingga, generasi muda harus memiliki semangat untuk terus belajar, meningkatkan keterampilan, dan beradaptasi dengan perubahan. Pemerintah hadir untuk memastikan ekosistem pendukungnya tersedia," ujar Yassierli.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026