
Pantau - Forum Kerukunan Umat Beragama Sulawesi Tengah (FKUB Sulteng) mendorong Bintara Pembina Desa (Babinsa) mendapat penguatan moderasi beragama untuk meningkatkan pemahaman dalam menjaga kerukunan sekaligus mencegah konflik sosial di tengah masyarakat.
Ketua FKUB Sulawesi Tengah Prof Zainal Abidin mengatakan pembekalan tersebut diperlukan karena Babinsa sebagai aparat teritorial berhadapan langsung dengan masyarakat.
“Sebagai aparat teritorial mereka perlu dibekali pemahaman tentang moderasi beragama, karena Babinsa bertugas di lingkungan masyarakat,” kata Zainal di Palu, Sabtu (26/9/2026).
FKUB Siap Bekerja Sama Perkuat Moderasi Beragama
Zainal mengatakan Kodam XXIII/Palakawira perlu mempertimbangkan penguatan moderasi beragama bagi Babinsa untuk menjaga kerukunan dan perdamaian yang telah terjalin di masyarakat.
FKUB Sulteng juga menyatakan siap bekerja sama dalam memberikan penguatan moderasi beragama.
“Kami telah bertemu pejabat Kodam XXI/Palakawira pada Kamis (24/9) dan kami siap membuka ruang kerja sama untuk penguatan moderasi beragama,” ujarnya.
Menurut Zainal, ketahanan nasional perlu dibangun dari masyarakat dengan memperkuat pemahaman mengenai kerukunan, toleransi, dan keberagaman.
Ia mengatakan sikap saling menghargai dan mengasihi perlu diperkuat di tengah perbedaan, sedangkan militer sebagai komponen strategis pertahanan juga memiliki peran dalam memberikan penguatan mengenai perdamaian kepada masyarakat.
“Babinsa berhadapan langsung dengan masyarakat. Sehingga moderasi beragama yang diberikan kepada mereka diharapkan dapat diteruskan sampai ke akar rumput (masyarakat),” ucap Zainal yang juga Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Ujaran Kebencian Dinilai Berpotensi Picu Konflik
FKUB Sulteng terus mengampanyekan moderasi beragama sebagai bagian dari upaya menjaga kerukunan umat di tengah isu intoleransi dan ujaran kebencian di media sosial yang berpotensi memicu konflik horizontal.
Zainal menilai kerukunan umat beragama merupakan bagian dari upaya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurutnya, perbedaan keyakinan tidak seharusnya menjadi alasan untuk merusak persaudaraan di tengah masyarakat.
“Kemanunggalan TNI dan rakyat harus semakin kokoh dan kuat untuk merawat serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” kata dia menuturkan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




