HOME  ⁄  Nasional

Wamenekraf Irene Umar Dorong QRIS Buka Akses Pembayaran Global bagi Pelaku Ekonomi Kreatif Indonesia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Wamenekraf Irene Umar Dorong QRIS Buka Akses Pembayaran Global bagi Pelaku Ekonomi Kreatif Indonesia
Foto: (Sumber :Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar saat menjadi pembicara dalam acara Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dan Indonesia Fintech Summit Expo (IFSE) 2026 di Jakarta, Sabtu (26/9/2026) (ANTARA/Fitra Ashari).)

Pantau - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mendorong penguatan konektivitas pembayaran lintas negara melalui QRIS untuk mempermudah pelaku ekonomi kreatif Indonesia menerima pembayaran dari konsumen di pasar global.

Irene menyampaikan hal tersebut saat menjadi pembicara dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dan Indonesia Fintech Summit Expo (IFSE) 2026 di Jakarta, Sabtu (26/9/2026).

Kementerian Ekonomi Kreatif terus memperkuat kolaborasi dengan Bank Indonesia untuk mempermudah konektivitas pembayaran bagi pelaku ekonomi kreatif yang menjalankan bisnis di luar negeri.

"Bukan hanya lewat internet, bukan hanya pada saat kita menjemput bola dan mencari customer-customer yang ada, tapi juga nanti cash flow-nya dilakukan lewat Bank Indonesia supaya bayarannya bisa mengalir," kata Irene.

Pelaku Ekraf Hadapi Kendala Pembayaran di Luar Negeri

Irene mengatakan pelaku ekonomi kreatif Indonesia tidak hanya menyasar konsumen dalam negeri, tetapi mulai memperluas pasar ke berbagai negara.

Menurutnya, produk Indonesia mendapatkan minat dari konsumen di sejumlah negara seperti Jepang, Amerika Serikat, dan negara-negara berkembang lainnya.

Namun, pelaku ekonomi kreatif masih menghadapi sejumlah keterbatasan ketika menjual produk di luar negeri, terutama terkait akses rekening perbankan dan mekanisme penerimaan pembayaran di negara tujuan.

"Banyak sekali kalau kita ke Jepang, ke Amerika, ke negara-negara berkembang lainnya, mereka sangat menggemari produk dari Indonesia. Tapi teman-teman kita pada saat berjualan di sana tidak bisa membuka rekening bank dan sangat susah untuk menerima bayaran," ujar Irene.

Ia menilai konektivitas melalui internet saja belum cukup untuk mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan konsumen dari berbagai negara.

Kemudahan sistem pembayaran juga dibutuhkan agar transaksi yang dilakukan pelaku ekonomi kreatif dapat diikuti dengan arus dana yang lebih lancar.

QRIS Digunakan dalam Promosi Produk Indonesia di Singapura

Irene mengatakan penguatan sistem pembayaran dapat mendukung pelaku ekonomi kreatif memperluas jangkauan bisnis ke pasar internasional.

Salah satu penerapannya dilakukan ketika Kementerian Ekonomi Kreatif membawa lebih dari 100 merek dan lebih dari 20 subsektor ekonomi kreatif Indonesia dalam kegiatan promosi di Singapura.

Dalam kegiatan tersebut, transaksi produk Indonesia tidak hanya mengandalkan kartu kredit, tetapi juga menggunakan QRIS sebagai salah satu metode pembayaran.

Penguatan konektivitas pembayaran digital dinilai menjadi bagian dari infrastruktur pendukung bagi ekonomi kreatif Indonesia untuk memperluas pasar sekaligus memperlancar transaksi di dalam dan luar negeri.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026