
Pantau - Harga sejumlah jenis cabai di Pasar Manis, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, kembali melonjak akibat berkurangnya pasokan dari petani karena peremajaan tanaman dan kekeringan.
Pedagang sayuran di Pasar Manis, Anjar, mengatakan harga cabai rawit merah naik menjadi Rp80 ribu per kilogram setelah bertahan sekitar Rp75 ribu per kilogram selama sepekan terakhir.
“Harga cabai rawit merah hari ini kembali naik menjadi Rp80.000 per kilogram setelah sempat bertahan di kisaran Rp75.000 per kg dalam satu pekan terakhir,” kata Anjar di Purwokerto, Minggu (27/9/2026).
Harga cabai rawit hijau juga meningkat dari Rp60 ribu menjadi Rp70 ribu per kilogram, sedangkan cabai merah besar naik dari Rp55 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram.
Cabai merah keriting masih bertahan sekitar Rp65 ribu per kilogram dalam sepekan terakhir setelah sebelumnya naik dari Rp60 ribu per kilogram.
“Kenaikan harga beberapa jenis cabai ini dipengaruhi oleh minimnya pasokan dari petani,” katanya.
<h2>Tanaman Baru Belum Memasuki Masa Panen</h2>
Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Banyumas Gatot Eko Purwadi mengatakan kenaikan harga terjadi ketika petani memasuki masa peralihan dari tanaman cabai lama menuju tanaman baru.
“Aneka cabai yang dijual saat ini merupakan sisa panen dari tanaman lama karena tanaman baru belum produksi,” katanya.
Gatot mengatakan harga aneka cabai di Banyumas memang mengalami kenaikan, tetapi tidak terlalu signifikan dibandingkan dengan sejumlah daerah lainnya.
<h2>Kekeringan Tekan Produksi Cabai Petani</h2>
Petani sekaligus pegiat Asosiasi Champion Cabai Indonesia Kabupaten Banjarnegara Teguh Suprapto mengatakan petani di berbagai sentra produksi cabai saat ini sedang melakukan regenerasi atau peremajaan tanaman.
Teguh memperkirakan cabai dari tanaman baru mulai dapat dipanen pada akhir Oktober 2026 sehingga harga di pasar masih berpotensi kembali melonjak selama pasokan bergantung pada tanaman lama yang semakin tidak produktif.
“Di sisi lain, faktor kekeringan menyebabkan tanaman cepat kering dan rusak. Hasil panen pun kurang maksimal karena air yang terbatas,” katanya.
- Penulis :
- Gerry Eka





