HOME  ⁄  Nasional

Perempuan Penggerak Bank Sampah di Bekasi Sulap Limbah Plastik Menjadi BBM Cair

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Perempuan Penggerak Bank Sampah di Bekasi Sulap Limbah Plastik Menjadi BBM Cair
Foto: Aktivitas olah sampah Bank Sampah Unit Gempita di Perumahan Puri Gading Cluster Villa Carita RT 05, RW 08, Kelurahan Jatimelati, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (27/9/2026).

Pantau - Hesti Warih MR bersama tujuh perempuan penggerak Bank Sampah Unit (BSU) Gempita di Kota Bekasi, Jawa Barat, mengolah limbah plastik bernilai rendah menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) cair menggunakan mesin pirolisis.

Kegiatan pengolahan sampah dilakukan di Perumahan Puri Gading Cluster Villa Carita RT 05/RW 08, Kelurahan Jatimelati, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi.

Limbah Plastik Diolah dengan Mesin Pirolisis

Para perempuan tersebut mengolah sampah plastik yang sulit didaur ulang secara konvensional, seperti kantong plastik, kemasan styrofoam, hingga bubble wrap.

Sebelum pengolahan dimulai, mereka menyiapkan galon bekas, keranjang penampung, air, gas elpiji tiga kilogram, serta mesin pirolisis yang berfungsi sebagai alat destilasi limbah plastik.

Sampah yang telah dipilah warga kemudian dikumpulkan dan dibawa menuju BSU Gempita menggunakan becak serta kendaraan roda tiga.

Pengolahan dilakukan berdasarkan jenis sampah dengan limbah organik dimanfaatkan menjadi kompos dan media budidaya maggot.

Sementara itu, limbah plastik diolah setiap pekan menjadi kerajinan tangan hingga BBM cair.

Pengolahan Sampah Didorong Tekan Timbunan Limbah

Aktivitas BSU Gempita dilakukan di tengah persoalan pengelolaan sampah yang masih menjadi tantangan di Indonesia.

Data peneliti pusat BRIN menyebut Indonesia menghasilkan 38 juta ton sampah pada 2024 dengan sekitar 19 hingga 20 persen di antaranya merupakan sampah plastik.

Sementara itu, Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) mencatat timbulan sampah Indonesia mencapai sekitar 24,8 juta hingga 25,14 juta ton sepanjang 2025.

Sekitar 34,55 persen sampah tercatat telah terkelola dengan baik, sedangkan sekitar 65,45 persen lainnya belum tertangani secara optimal.

Pengolahan sampah skala kecil yang dilakukan BSU Gempita menjadi salah satu upaya masyarakat mengurangi volume sampah melalui pemilahan dan pemanfaatan kembali limbah berdasarkan jenisnya.

Penulis :
Gerry Eka
Editor :
Gerry Eka
FLOII 2026