HOME  ⁄  Nasional

SPPG Sigap Bantu Korban Bencana NTT, Pengamat Soroti Manfaat Sosial hingga Pelibatan UMKM

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

SPPG Sigap Bantu Korban Bencana NTT, Pengamat Soroti Manfaat Sosial hingga Pelibatan UMKM
Foto: (Sumber :Pengamat kebijakan publik Mayor Haristanto. ANTARA/Dokumentasi Pribadi.)

Pantau - Pengamat kebijakan publik Mayor Haristanto mengapresiasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang turut membantu memenuhi kebutuhan makanan masyarakat saat terjadi bencana, termasuk ketika gempa bumi melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Agustus 2026.

Menurut Mayor, keberadaan SPPG tidak hanya dapat dilihat dari fungsi rutinnya dalam pemenuhan gizi, tetapi juga manfaat sosial ketika fasilitas tersebut digunakan untuk merespons kondisi darurat.

“Fungsi seperti ini juga menunjukkan bahwa infrastruktur yang dibangun untuk sebuah program publik dapat memiliki manfaat tambahan ketika terjadi keadaan yang membutuhkan respons cepat,” tutur Mayor dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (28/9/2026).

Sebanyak 71 SPPG Disebut Bisa Bantu Kebutuhan Pengungsi

Mayor mengatakan pemerintah menyiagakan SPPG di sekitar wilayah terdampak gempa NTT untuk membantu memenuhi kebutuhan makanan masyarakat dan kelompok rentan.

Dalam koordinasi penanganan bencana, sebanyak 71 SPPG disebut dapat difungsikan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan pengungsi.

Di Kabupaten Nagekeo, sebanyak 11 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) turut menyediakan makanan siap saji bagi masyarakat yang mengungsi akibat gempa.

“Bersyukur SPPG tanggap darurat membantu menyalurkan makanan yang terdampak gempa NTT,” ucap Mayor.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono sebelumnya juga meminta SPPG yang berada di sekitar lokasi gempa NTT untuk bersiaga dan menyesuaikan pelayanan guna membantu masyarakat terdampak.

“SPPG yang terdampak bencana wajib mengutamakan keselamatan dan melaporkan kondisi kepada pihak terkait, sementara SPPG terdekat yang operasionalnya tidak terdampak dapat menyesuaikan pelayanan, termasuk membantu pemenuhan makanan bagi masyarakat terdampak dan kelompok rentan di sekitar wilayah bencana,” katanya dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Sudaryono juga meminta seluruh jajaran BGN dan SPPG mengikuti arahan yang berlaku serta tidak mengambil keputusan berdasarkan asumsi sendiri.

Ketepatan Sasaran MBG dan Pelibatan UMKM Disorot

Terkait program Makan Bergizi Gratis, Mayor menilai program tersebut dapat memberikan manfaat khususnya apabila diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ia memberikan catatan mengenai ketepatan sasaran agar manfaat program benar-benar menjangkau kelompok yang membutuhkan.

Mayor juga melihat peluang memperluas dampak ekonomi program melalui keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam rantai penyediaan makanan.

“Keterlibatan UMKM dapat membuat manfaat program tidak hanya dirasakan oleh penerima makanan, tetapi juga oleh masyarakat yang berada dalam rantai penyediaannya,” ungkap Mayor.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026