HOME  ⁄  Nasional

Gibran Minta Maaf kepada Korban Dugaan Keracunan di Batang dan Pastikan Biaya Pengobatan Ditanggung Pemerintah

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Gibran Minta Maaf kepada Korban Dugaan Keracunan di Batang dan Pastikan Biaya Pengobatan Ditanggung Pemerintah
Foto: Wapres Gibran Rakabuming ketika meninjau kondisi anak-anak diduga korban keracunan makanan di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Senin 28/9/2026 (sumber: BPMI Setwapres)

Pantau - Wakil Presiden Gibran Rakabuming menyampaikan permohonan maaf kepada anak-anak dan keluarga yang terdampak dugaan keracunan makanan di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, sekaligus memastikan seluruh korban memperoleh perawatan medis hingga pulih tanpa dibebani biaya pengobatan.

Pada Senin, Gibran meninjau langsung pasien yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Limpung dan Puskesmas Bawang, Kabupaten Batang.

Dalam kunjungannya, Gibran menegaskan kesehatan para korban menjadi prioritas utama dalam penanganan kejadian tersebut.

"Prioritas pertama adalah kesehatan korban. Pasien yang masih dirawat harus mendapat pelayanan sampai pulih, sementara warga yang sudah pulang tetapi keluhannya kembali muncul harus tetap mudah mengakses pemeriksaan lanjutan," kata Gibran.

Pasien yang masih menjalani perawatan diminta terus mendapatkan pelayanan medis sampai kondisinya benar-benar pulih.

Warga yang sebelumnya telah diperbolehkan pulang tetapi kembali mengalami keluhan juga diminta mendapatkan kemudahan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Gibran Berdialog dengan Pasien Anak dan Guru

Saat berada di RSUD Limpung, Gibran berdialog dengan salah seorang pasien anak bernama Arsenio yang telah menjalani perawatan selama empat hari akibat kejadian tersebut.

Gibran menanyakan perkembangan kondisi kesehatan Arsenio selama menjalani perawatan di rumah sakit.

Arsenio menyampaikan kondisinya sudah membaik dan tidak lagi mengalami keluhan seperti diare, pusing, mual, maupun muntah.

Setelah mengetahui kondisi Arsenio membaik, Gibran berpesan agar anak tersebut dapat kembali mengikuti kegiatan sekolah setelah benar-benar pulih.

"Sip. Besok sekolah, ya," ujar Gibran.

Korban yang mendapatkan perawatan akibat kejadian tersebut tidak hanya berasal dari kalangan anak-anak, tetapi juga pasien dewasa.

Salah satunya adalah Eka Maria Zulfa, guru SDN Pasusukan yang turut mencicipi makanan yang diduga bermasalah.

Gibran menjenguk Eka yang menjalani perawatan di Puskesmas Bawang dan menanyakan kondisi kesehatannya.

Eka menyampaikan dirinya masih merasakan sakit perut dan rasa melilit.

Dalam pertemuan tersebut, Gibran secara langsung meminta maaf kepada Eka serta memintanya beristirahat hingga kondisi kesehatannya benar-benar pulih.

"Saya minta maaf ya, Bu, atas kejadian ini. Jenengan istirahat dulu, pastikan benar-benar sehat," kata Gibran.

Pemerintah Pastikan Keluarga Tak Dibebani Biaya Pengobatan

Selain memastikan pelayanan medis terhadap korban, Gibran menegaskan keluarga tidak boleh dibebani biaya pengobatan.

Pemerintah akan memastikan biaya perawatan korban ditanggung melalui mekanisme penjaminan yang berlaku.

"Biaya perawatan korban tidak boleh membebani keluarga. Pemerintah bertanggung jawab dan akan menanggung semua biaya pengobatan dan memastikan mekanismenya berjalan di semua fasilitas kesehatan," tegas Gibran.

Untuk memastikan kebijakan tersebut terlaksana, Gibran meminta jajaran terkait mengawasi langsung proses penanganan medis dan penjaminan biaya di setiap fasilitas kesehatan.

Seluruh korban juga diminta mendapatkan pelayanan sesuai dengan kebutuhan medis masing-masing dan tidak dipulangkan lebih awal apabila kondisinya belum benar-benar pulih.

"Pastikan penjaminan biaya benar-benar berjalan di lapangan. Jangan sampai ada keluarga yang tetap diminta menanggung biaya pemeriksaan, obat, dan diminta pulang lebih awal walau belum benar-benar pulih," ujar Gibran.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026