
Pantau - Pemerintah mulai merealisasikan program ambulans udara untuk mempercepat akses pelayanan kesehatan dan evakuasi medis bagi masyarakat di daerah terisolasi atau wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Berdasarkan keterangan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) yang dikutip di Bali pada Senin, pemerintah telah melakukan uji coba program tersebut melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Program ambulans udara menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas jangkauan pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis dalam kondisi darurat.
Helikopter dan Pesawat Kecil Jangkau Daerah Terpencil
Presiden Prabowo Subianto berharap kondisi geografis dan keterbatasan infrastruktur tidak lagi menjadi penghambat masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan.
“Kita akan membuat ambulans udara, helikopter-helikopter dengan pesawat kecil yang bisa mendarat di lapangan-lapangan rumput, di lapangan-lapangan pasir, bisa mendarat di pinggir sungai. Supaya tidak ada rakyat kita yang tidak bisa dievakuasi kalau dia sakit,” ujar Presiden Prabowo.
Konsep ambulans udara tersebut mencakup penggunaan helikopter serta pesawat berukuran kecil yang mampu menjangkau wilayah dengan fasilitas pendaratan terbatas.
Helikopter atau pesawat tersebut diharapkan dapat menggunakan lokasi alternatif untuk mendarat, mulai dari lapangan rumput, lapangan pasir, hingga kawasan di pinggir sungai.
Prabowo juga menyoroti sulitnya akses menuju fasilitas kesehatan yang masih dihadapi masyarakat di sejumlah daerah, termasuk ibu hamil yang membutuhkan penanganan medis ketika akan melahirkan.
“Banyak ibu-ibu yang meninggal, karena menempuh jalan tujuh jam sampai sembilan jam pada saat melahirkan. Akhirnya, banyak ibu yang meninggal karena tidak ada jalan yang baik,” kata Presiden Prabowo.
Pemerintah Perkuat Akses Setelah Bangun 22 Rumah Sakit
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan program ambulans udara disiapkan setelah pemerintah menyelesaikan pembangunan 22 rumah sakit baru sepanjang 2026.
Sebanyak 22 rumah sakit tersebut dibangun di sejumlah kabupaten dan kota yang sebelumnya belum memiliki rumah sakit.
Setelah memperkuat ketersediaan fasilitas rumah sakit, pemerintah berupaya meningkatkan akses masyarakat menuju fasilitas kesehatan melalui program ambulans udara.
Program tersebut diharapkan dapat memangkas waktu perjalanan pasien dari wilayah sulit dijangkau menuju fasilitas kesehatan yang mampu memberikan penanganan lebih lanjut.
Kecepatan evakuasi menjadi perhatian karena waktu merupakan salah satu faktor penting dalam penanganan pasien dengan kondisi darurat.
“Karena dalam kondisi darurat, waktu sangat berarti. Insyaallah negara akan terus hadir, hingga ke pelosok negeri. Memperpendek jarak, mempercepat pertolongan, dan pada akhirnya menyelamatkan nyawa,” ujar Teddy.
- Penulis :
- Leon Weldrick




