
Pantau - Presiden Serbia Aleksandar Vucic resmi mengundurkan diri pada Minggu, 27 September 2026, sehingga mengakhiri masa jabatan keduanya sekitar tujuh bulan lebih awal.
Pemerintah Serbia dalam keterangan resminya menyatakan Vucic menyerahkan surat pengunduran diri dengan merujuk pada ketentuan Konstitusi Republik Serbia.
“Saya sekarang menandatangani teks yang berbunyi sebagai berikut: 'Berdasarkan Pasal 116 ayat 5 Konstitusi Republik Serbia, saya menyerahkan surat pengunduran diri dari jabatan Presiden Republik.' ... Ana, ini diserahkan kepada Parlemen, dan besok Anda menghadiri serah terima,” kata Vucic.
Berdasarkan ketentuan Serbia sebagaimana dijelaskan pemerintah, masa jabatan presiden berakhir ketika surat pengunduran diri diterima Majelis Nasional dan tidak memerlukan persetujuan lebih lanjut untuk berlaku.
Ana Brnabic Ambil Alih Tugas Presiden
Setelah Vucic mengundurkan diri, Ketua Majelis Nasional Serbia Ana Brnabic mengambil alih tugas sebagai pelaksana tugas Presiden Serbia sampai presiden baru terpilih.
Vucic secara resmi menyerahkan tugas kepresidenan kepada Brnabic pada Senin, 28 September 2026, menurut keterangan Pemerintah Serbia.
Pelaksana tugas presiden dapat menjalankan fungsi kepresidenan paling lama tiga bulan.
Dalam periode tersebut, Serbia juga harus menyelenggarakan pemilihan presiden baru, yang menurut Pemerintah Serbia harus dilaksanakan paling lambat akhir Desember 2026.
Pengunduran diri tersebut membuat Vucic meninggalkan kursi presiden sebelum masa jabatan keduanya yang semula dijadwalkan berakhir pada Mei 2027.
Konstitusi Serbia menetapkan masa jabatan presiden selama lima tahun dan membatasi seseorang untuk menjabat maksimal dua periode.
Vucic Akan Ikuti Pemilu Parlemen
Setelah meninggalkan jabatan presiden, Vucic menyatakan akan mengikuti pemilihan parlemen awal Serbia yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Oktober 2026 sebagai warga negara biasa.
Partai Progresif Serbia (SNS) sebelumnya mencalonkan Vucic pada 5 September sebagai ketua daftar elektoral sekaligus kandidat perdana menteri dalam pemilihan tersebut.
Reuters melaporkan pengunduran diri Vucic membuka jalan secara konstitusional baginya untuk dapat ditunjuk sebagai perdana menteri apabila proses politik setelah pemilihan menghasilkan pemerintahan yang mencalonkannya.
Setelah pemilihan parlemen, pelaksana tugas presiden akan berkonsultasi dengan perwakilan daftar elektoral yang memperoleh kursi sebelum mengusulkan kandidat perdana menteri kepada Majelis Nasional.
Kandidat perdana menteri selanjutnya harus menyampaikan program pemerintahan dan daftar calon anggota kabinet yang memerlukan dukungan mayoritas seluruh anggota parlemen agar pemerintahan baru dapat terbentuk.
Vucic lahir di Beograd pada 1970 dan sebelum menjadi presiden pernah menduduki sejumlah jabatan pemerintahan, termasuk menteri pertahanan, wakil perdana menteri pertama, dan perdana menteri Serbia.
Ia pertama kali terpilih sebagai Presiden Serbia pada 2017 dan kembali memenangkan masa jabatan kedua pada 2022.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada sumber Pemerintah Serbia dan Reuters yang diberikan, sementara penelusuran web independen tidak tersedia dalam sesi ini.
- Penulis :
- Leon Weldrick




