
Pantau - Panitia Kerja (Panja) Akal Imitasi (Artificial Intelligence/AI) BKSAP DPR RI menyoroti masa depan pelaku industri kreatif di tengah perkembangan teknologi AI agar kreator tetap memiliki ruang serta memperoleh manfaat ekonomi dari karya yang dihasilkan.
Ketua Panja AI BKSAP DPR RI Bramantyo Suwondo menyampaikan hal tersebut saat kunjungan kerja spesifik ke Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Tangerang, Banten, Senin (28/9/2026).
Menurut Bramantyo, kemudahan teknologi AI dalam menghasilkan berbagai karya perlu diiringi perhatian terhadap proses serta kontribusi kreator dalam pembuatan karya.
"Kita banyak mendapatkan masukan. Salah satu poin penting adalah bagaimana proses dan hasil kreatif seperti animasi, gambar, visual, ataupun musik itu perlu mengedepankan proses pembuatannya," ujar Bramantyo.
Kreator Didorong Tetap Mendapat Manfaat Ekonomi
Bramantyo mengatakan Panja AI BKSAP DPR RI mendorong agar kreator tetap mendapatkan manfaat dan keuntungan yang layak atas karya mereka di tengah perkembangan teknologi AI.
Perhatian tersebut juga diarahkan terhadap masa depan lulusan dengan latar belakang industri kreatif agar tetap mempunyai ruang dalam dunia kerja.
"Ke depan, yang kita inginkan adalah lulusan-lulusan yang berlatar belakang kreatif ini tetap memiliki tempat di masa depan, meskipun sudah ada teknologi AI. Itulah yang ingin kita perjuangkan," jelas Bramantyo.
UMN dipilih sebagai salah satu mitra untuk memberikan masukan dalam proses penyusunan regulasi AI karena memiliki Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), salah satu bidang yang dinilai terdampak perkembangan teknologi tersebut.
DPR Dalami Dampak Positif dan Disrupsi AI
Panja AI juga menggali dampak perkembangan AI terhadap industri kreatif sekaligus potensi positif pemanfaatan teknologi tersebut dalam bidang DKV.
"Kita ingin tahu seberapa besar dampak dari AI ini mendisrupsi dari industri tersebut, tetapi disisi lain kita juga ingin tahu bagaimana dampak positif dari AI ini terhadap DKV. Jadi sehingga hasil dari Undang-Undang ini berimbang," jelasnya.
Berbagai masukan dari sivitas akademika UMN akan menjadi bahan Panja AI BKSAP DPR RI untuk mendalami perkembangan dan pemanfaatan teknologi AI.
Masukan tersebut juga akan digunakan dalam penyusunan rekomendasi yang lebih berbasis bukti dengan memperhatikan kepentingan masyarakat serta keberlanjutan pelaku industri kreatif.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




