HOME  ⁄  Nasional

Jepang Akhiri Misi Pemadaman Karhutla di Indonesia, Helikopter CH-47 Jatuhkan 220 Ton Air

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Jepang Akhiri Misi Pemadaman Karhutla di Indonesia, Helikopter CH-47 Jatuhkan 220 Ton Air
Foto: Helikopter Chinook CH-47 milik Japan Self-Defense Forces (JSDF) disiapkan untuk memperkuat upaya Indonesia menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang (sumber: ANTARA/HO : Istimewa)

Pantau - Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi pada Selasa memerintahkan Pasukan Bela Diri Jepang mengakhiri operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Indonesia setelah pemerintah Indonesia menyatakan dapat menangani tahapan respons berikutnya.

Operasi yang dimulai pada 16 September tersebut menjadi misi pemadaman kebakaran pertama yang dilakukan Pasukan Bela Diri Jepang di luar negeri.

Jepang mengerahkan kapal angkut Pasukan Bela Diri yang membawa tiga helikopter CH-47 untuk mendukung operasi bantuan penanganan kebakaran di Indonesia.

Pemerintah Indonesia kemudian memberitahu Jepang bahwa operasi tersebut telah membantu mencegah penyebaran kebakaran hutan sehingga misi bantuan dapat diakhiri.

Helikopter Jepang Jatuhkan 220 Ton Air

Hingga Senin, tiga helikopter CH-47 Jepang telah melakukan lebih dari 40 kali operasi pemadaman kebakaran melalui udara.

Dalam seluruh operasi tersebut, helikopter Jepang menjatuhkan sekitar 220 ton air ke wilayah yang terdampak kebakaran.

Koizumi menyampaikan data pelaksanaan operasi tersebut dalam sebuah konferensi pers.

Kapal yang digunakan dalam misi itu adalah Kunisaki, kapal angkut kelas Osumi dengan bobot sekitar 8.900 ton.

Kunisaki berangkat dari pangkalan Pasukan Bela Diri Maritim Jepang di Kure, Prefektur Hiroshima, Jepang bagian barat, pada 30 Agustus.

Kapal tersebut kemudian tiba di Pelabuhan Kijing, Kalimantan Barat, pada 10 September dengan membawa tiga helikopter CH-47 yang digunakan dalam operasi pemadaman kebakaran dari udara.

Jepang Ingin Perkuat Kerja Sama Pertahanan dengan Indonesia

Setelah misi pemadaman kebakaran berakhir, Kementerian Pertahanan dan Pasukan Bela Diri Jepang berharap kerja sama pertahanan dengan Indonesia semakin diperkuat berdasarkan kepercayaan yang terbentuk selama operasi.

"Kementerian Pertahanan dan Pasukan Bela Diri ingin memperdalam kerja sama pertahanan dengan Indonesia, berdasarkan kepercayaan yang telah dibangun," kata Koizumi.

Misi bantuan tersebut menjadi bagian dari perkembangan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Jepang.

Sebelumnya pada Mei, Koizumi dan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin menandatangani perjanjian untuk memperluas kerja sama pertahanan kedua negara.

Kesepakatan tersebut antara lain mencakup pelaksanaan pelatihan bersama serta operasi bantuan bencana.

Operasi pemadaman yang dimulai pada 16 September menjadi salah satu implementasi kerja sama bantuan bencana kedua negara sebelum diakhiri setelah Indonesia menyatakan dapat menangani respons selanjutnya.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026