
Pantau - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah menyoroti pentingnya koordinasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan seluruh pihak terkait dalam pembangunan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) agar tidak mengganggu jaringan utilitas lain yang telah berada di bawah tanah.
Ima mengatakan pemindahan jaringan utilitas dari udara ke bawah tanah bukan pekerjaan sederhana karena terdapat berbagai jaringan dan fasilitas yang harus diperhatikan selama pengerjaan.
"Jadi, memang benar-benar harus terkoordinasi dengan baik. Pemprov DKI harus mengkoordinasikan seluruh jajarannya agar program ini bisa berjalan tanpa tumpah tindih dengan pekerjaan yang lain," kata Ima di Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (29/9/2026).
Pemetaan Utilitas Diminta Diperjelas
Menurut Ima, pembangunan SJUT harus memperhatikan keberadaan berbagai jaringan di bawah permukaan tanah, termasuk saluran pompa air dan kabel lainnya.
Koordinasi dinilai penting agar pengerjaan SJUT tidak menimbulkan gangguan terhadap layanan yang telah digunakan masyarakat.
"Kayak contoh banyak juga terjadi ketika memindahkan SJUT kan dari atas ke bawah itu, dari udara ke dalam tanah itu kan juga banyak persoalan, entah dari saluran pump, kabel-kabel yang lain dan sebagainya," jelas Ima.
Ima meminta setiap pekerjaan penggalian dan pemindahan jaringan dilakukan berdasarkan pemetaan utilitas yang jelas.
Pelaksana proyek juga diminta mengetahui posisi jaringan yang sudah tertanam untuk mencegah kerusakan selama proses pembangunan.
"Ini juga harus tertib, jangan sampai nanti ketika ada pengerjaan, tiba-tiba kepotong punya pump, akhirnya air pump masyarakat mati," ucap Ima.
Pemprov DKI Anggarkan Rp90 Miliar untuk SJUT
Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan anggaran sebesar Rp90 miliar untuk pembangunan SJUT sepanjang 16,9 kilometer di sejumlah kawasan ibu kota.
"Anggaran untuk membangun SJUT ini adalah Rp90 miliar, panjangnya 16,9 kilometer," kata Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo setelah meninjau pembangunan SJUT di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2026).
Pembangunan tersebut mencakup kawasan MT Haryono, Gatot Subroto, Supomo, Abdullah Syafei, Saharjo, Pemuda, Otista, Tebet Barat Dalam Raya, Matraman, dan Jatinegara.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menargetkan pembangunan SJUT dapat diselesaikan dalam lima tahun ke depan.
- Penulis :
- Aditya Yohan




