HOME  ⁄  Nasional

Tim Gabungan Evakuasi Orang Utan Terjebak Karhutla di Palangka Raya, Alami Luka Bakar

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Tim Gabungan Evakuasi Orang Utan Terjebak Karhutla di Palangka Raya, Alami Luka Bakar
Foto: (Sumber :Foto ini menunjukkan momen penyelamatan darurat seekor orangutan yang dievakuasi akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Petugas kesehatan hewan memberikan pertolongan pertama di lokasi berupa pemasangan masker oksigen dan cairan infus guna menstabilkan kondisi pernapasannya. ANTARA/Xiuhua.)

Pantau - Tim gabungan mengevakuasi seekor orang utan betina bernama Novita yang terjebak dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah Katune, Kelurahan Banturung, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Penyelamatan dilakukan selama dua hari pada 25-26 September 2026 oleh Kementerian Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah (BKSDA Kalteng) bersama Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Nyaru Menteng dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Orang utan berusia sekitar empat tahun tersebut ditemukan bertahan di atas pohon di tengah kawasan yang terdampak asap dan karhutla.

Novita Alami Luka Bakar di Tangan dan Kaki

Novita diketahui mengalami luka bakar pada kedua tangan dan kakinya akibat kebakaran yang terjadi di kawasan tersebut.

Tim menggunakan senapan bius untuk melumpuhkan sementara orang utan itu demi menjaga keamanan selama proses evakuasi.

Setelah berhasil dievakuasi, Novita mendapatkan pertolongan pertama sebelum dibawa menuju fasilitas rehabilitasi.

Dibawa ke Pusat Rehabilitasi Nyaru Menteng

Tim gabungan membawa Novita ke Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng setelah proses penyelamatan selesai dilakukan.

Orang utan tersebut menjalani pengobatan dan pengamatan secara intensif untuk menangani luka yang dialaminya.

Penyelamatan dilakukan setelah karhutla membuat Novita terjebak di atas pohon dan tidak dapat meninggalkan kawasan terdampak secara aman.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026