
Pantau - Tual, 30-09-2026 – Bea Cukai Tual menghadiri launching implementasi Kerja Sama Perikanan Tangkap antara Republik Indonesia dengan Republik Rakyat Tiongkok melalui Skema TCG di Kota Tual pada Kamis (24/09). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam penguatan kerja sama perikanan tangkap sekaligus pengembangan potensi perikanan di wilayah Maluku.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Gubernur Maluku, Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, serta Duta Besar RRT untuk Indonesia. Rangkaian kegiatan meliputi safety briefing, peninjauan industri pengolahan ikan dan pembongkaran hasil tangkapan kapal modelling, stan UMKM, serta kapal TCG yang diimpor langsung dari Tiongkok ke Indonesia.
Kepala Kantor Bea Cukai Tual, Wahyu Lafrias, menyampaikan bahwa implementasi kerja sama ini menjadi momentum penting setelah penantian selama satu dekade. “Setelah kurang lebih 10 tahun menunggu, akhirnya terwujud pengaturan yang jelas bagi kapal penangkap ikan untuk dapat beroperasi di wilayah Indonesia, dengan kewajiban seluruh hasil produksinya didaratkan di pelabuhan di Maluku dan dapat diolah lebih lanjut sehingga memberikan nilai tambah,” ujar Wahyu.
Indonesia mendorong skema penangkapan ikan terukur berbasis kuota serta adopsi teknologi budidaya. Langkah ini penting mengingat produksi budidaya nasional masih berada di kisaran 5,5 juta ton per tahun, jauh tertinggal dari Tiongkok yang telah mencapai lebih dari 80 juta ton per tahun. Kebijakan maritim ini juga menempatkan kelestarian ekologi sebagai fondasi melalui perlindungan kawasan konservasi laut, penanggulangan sampah plastik dan mikroplastik, serta modernisasi komoditas unggulan seperti budidaya rumput laut.
Pemerintah turut memperkuat pengawasan aset laut dan penegakan hukum, termasuk melalui Peraturan Presiden pengamanan laut untuk mencegah illegal fishing dan penyelundupan komoditas bernilai tinggi seperti benih bening lobster (benur).
Seremoni launching ditandai dengan penekanan tombol sirine dan pelepasan keberangkatan kapal TCG oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Duta Besar RRT, Gubernur Maluku, dan pejabat terkait. Bea Cukai Tual turut mendukung implementasi kerja sama melalui pelaksanaan tugas kepabeanan dan pengawasan lalu lintas barang serta sinergi dengan instansi terkait.
Bea Cukai Tual siap memperkuat sinergi dalam pelaksanaan kerja sama sesuai kewenangan yang dimiliki. Dengan pengaturan yang jelas dan penguatan pengawasan, kerja sama ini diharapkan mendorong pengolahan hasil perikanan di Maluku, meningkatkan nilai tambah produksi, serta mendukung kesejahteraan nelayan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




