
Pantau - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengungkapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan tambahan penyertaan modal untuk Transjakarta guna mendukung perluasan layanan angkutan penumpang hingga Kepulauan Seribu.
"Tentunya Transjakarta modalnya perlu ditingkatkan. Karena memang dengan tugas baik itu, untuk Transjakarta sendiri maupun TransJabodetabek, dan nanti akan mendapatkan tugas tambahan untuk Transjakarta bagian laut Kepulauan Seribu, modal untuk Transjakarta size-nya pasti harus diperbesar," kata Pramono saat ditemui di Balai Kota, Rabu.
Pramono mengatakan kebutuhan modal Transjakarta meningkat karena cakupan tugas operator transportasi tersebut semakin luas.
Selain mengoperasikan layanan Transjakarta, perusahaan tersebut menangani TransJabodetabek dan nantinya mendapatkan tugas tambahan berupa layanan transportasi laut menuju Kepulauan Seribu.
Kendati demikian, jumlah tambahan penyertaan modal yang akan diberikan kepada Transjakarta masih dalam tahap penghitungan.
Pulau Tidung hingga Pramuka Dipertimbangkan Jadi Terminal
Pramono meyakini pengelolaan transportasi menuju Kepulauan Seribu akan menjadi lebih profesional setelah tanggung jawabnya dialihkan dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta kepada Transjakarta.
Tambahan modal juga akan digunakan untuk menyediakan dan meningkatkan berbagai fasilitas yang dibutuhkan dalam pelayanan transportasi menuju Kepulauan Seribu.
"Jadi fasilitasnya pasti mempersiapkan apa yang dibutuhkan untuk transportasi ke Pulau Seribu. Dan di Pulau Seribu kan kita sudah tahu beberapa pulau yang akan menjadi terminal utama, sebagai contoh Pulau Tidung, Pulau Pari, Pulau Pramuka, dan sebagainya," jelas Pramono.
Sejumlah pulau yang telah dipertimbangkan menjadi terminal utama layanan tersebut antara lain Pulau Tidung, Pulau Pari, dan Pulau Pramuka.
Perluasan jaringan Transjakarta hingga Kepulauan Seribu diharapkan memberikan kemudahan akses sekaligus meningkatkan mobilitas masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di wilayah tersebut.
Pemprov DKI Masih Hitung Skema Tarif
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga masih mempertimbangkan pengaturan tarif bagi masyarakat yang menggunakan layanan Transjakarta jalur laut menuju Kepulauan Seribu.
Pramono menjelaskan warga Kepulauan Seribu selama ini termasuk dalam 15 golongan yang mendapatkan fasilitas transportasi darat tertentu.
Pemerintah akan melakukan penyesuaian kebijakan ketika fasilitas tersebut diterapkan pada layanan transportasi laut menuju Kepulauan Seribu.
"Warga Pulau Seribu selama ini mereka kan transportasi di darat termasuk 15 golongan. Tentunya nanti akan ada penyesuaian untuk itu. Sebab kalau ada transportasi ke Pulau Seribu semuanya kan kalau yang naik hanya warga Pulau Seribu ini kan menjadi gratis semua. Dan untuk itu, beban menjadi semuanya ke Pemerintah DKI Jakarta. Jadi, kita akan melakukan perhitungan untuk itu," ungkap Pramono.
Menurut Pramono, apabila seluruh warga Kepulauan Seribu mendapatkan layanan transportasi laut secara gratis, seluruh beban pembiayaannya akan ditanggung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Pemprov DKI Jakarta karena itu masih melakukan penghitungan untuk menentukan skema tarif dan pembiayaan yang akan diterapkan pada layanan tersebut.
- Penulis :
- Shila Glorya




