
Pantau - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aeramo di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, tetap memberikan pelayanan kesehatan dari tenda darurat lebih dari satu bulan setelah bangunan rumah sakit terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada pertengahan Agustus 2026.
Kerusakan cukup parah membuat bangunan utama RSUD Aeramo dinilai tidak aman untuk digunakan melayani pasien dan melakukan tindakan medis.
Seluruh pelayanan kesehatan kemudian dialihkan ke area luar gedung mulai 19 Agustus 2026 atau empat hari setelah gempa.
Pelayanan dilakukan menggunakan tenda bantuan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga TNI-Polri.
Puluhan Pasien Dirawat di 11 Tenda Darurat
Kepala Bidang Keperawatan dan Kebidanan RSUD Aeramo Martha Yunita mengatakan pelayanan yang dipindahkan ke luar gedung mencakup rawat jalan, rawat inap, Intensive Care Unit (ICU), Neonatal Intensive Care Unit (NICU), Instalasi Gawat Darurat (IGD), hingga kamar operasi.
Per 29 September 2026, sebanyak 89 pasien rawat jalan dan 51 pasien rawat inap tercatat mendapatkan pelayanan di 11 tenda darurat RSUD Aeramo.
Tenaga kesehatan dan pasien harus menjalani pelayanan di tengah kondisi angin kencang dan terik matahari selama musim kemarau.
"Awalnya sangat sulit untuk beradaptasi dari dalam gedung ke luar gedung. Tapi dengan bantuan berbagai macam pihak, dari Kemenkes, dari BNPB, dari daerah, semuanya sangat cepat, dari TNI-Polri, memberikan bantuan sehingga kami semua bisa memberikan pelayanan kepada pasien di dalam tenda," kata Martha.
Ruang Operasi dan ICU Hadapi Tantangan
Martha mengatakan pelayanan di ruang operasi, ICU, ruang persalinan, ruang nifas, dan pascapersalinan menjadi tantangan karena sejumlah layanan tersebut membutuhkan kondisi yang steril.
Kondisi tenda yang panas dan kapasitas tempat tidur yang berkurang juga memengaruhi kenyamanan pelayanan bagi pasien maupun tenaga kesehatan.
"Memang kurang kondusif di sini pelayanan kami. Tempat tidurnya berkurang, sangat tidak nyaman dengan kondisi yang panas. Kita yang sehat saja susah, apalagi pasien yang post-operasi," ujar Martha, sembari menunjukkan sekilas kondisi tenda operasi.
Meski menghadapi keterbatasan fasilitas setelah gempa, tenaga kesehatan RSUD Aeramo tetap menjalankan pelayanan bagi masyarakat Nagekeo dengan dukungan fasilitas darurat dari berbagai pihak.
- Penulis :
- Aditya Yohan




