HOME  ⁄  Nasional

Bea Cukai Semarang Asistensi Pelaku Usaha Optimalkan Fasilitas Kepabeanan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Bea Cukai Semarang Asistensi Pelaku Usaha Optimalkan Fasilitas Kepabeanan
Foto: (Sumber :Bea Cukai Semarang memperkuat asistensi kepada pelaku usaha untuk mengoptimalkan fasilitas kepabeanan sekaligus memastikan kepatuhan terhadap regulasi melalui pendampingan di Kawasan Berikat hingga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal.)

Pantau - Semarang, 02-10-2026 — Bea Cukai Semarang terus melakukan asistensi kepada pelaku usaha dalam mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas kepabeanan sekaligus memastikan pemenuhan ketentuan yang berlaku. Pendampingan dilakukan melalui berbagai kegiatan, mulai dari diskusi bersama tenant Kawasan Berikat, edukasi Kawasan Berikat Mandiri (KBM), hingga forum pembahasan tata kelola fasilitas di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal.

Pada Rabu (09/09), Bea Cukai Semarang mengasistensi pelaku usaha dalam kegiatan Diskusi Kepabeanan dalam rangkaian Tenant Gathering Semester I Tahun 2026 Kawasan Berikat PT Putra Wijayakusuma Sakti. Dalam kegiatan tersebut, Bea Cukai Semarang menampung berbagai kendala operasional yang dihadapi tenant sekaligus memberikan penjelasan mengenai kebijakan terbaru, termasuk integrasi sistem NPWP Direktorat Jenderal Pajak dengan Bea Cukai yang dapat memengaruhi proses dokumen ekspor dan impor.

Asistensi juga diberikan melalui workshop bertema “Kawasan Berikat Mandiri: Membangun Kepatuhan, Efisiensi, dan Daya Saing Industri Nasional” yang diselenggarakan PT FedEx Express International pada Selasa (29/09). Kegiatan yang diikuti sekitar 35 perwakilan perusahaan Kawasan Berikat di Jawa Tengah tersebut menjadi sarana edukasi mengenai mekanisme dan manfaat fasilitas KBM.

Dalam kegiatan tersebut, Bea Cukai Semarang menjelaskan bahwa KBM memungkinkan perusahaan dengan profil risiko rendah dan sistem teknologi informasi yang memadai menjalankan pelayanan operasional secara mandiri tanpa kehadiran fisik petugas Bea Cukai. Pengawasan tetap dilakukan melalui pemantauan CCTV dan analisis sistem IT Inventory. Pemanfaatan fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan efisiensi waktu dan biaya serta mendukung kelancaran proses pemasukan dan pengeluaran barang.

Sementara itu, di KEK Kendal, Bea Cukai Semarang menggelar Focus Group Discussion (FGD) mengenai penyelarasan kebijakan dan tata kelola fasilitas kepabeanan pada Selasa (15/09). Forum tersebut membahas pemenuhan kewajiban penggunaan IT Inventory bagi penerima fasilitas penangguhan Bea Masuk sekaligus menjadi wadah untuk membahas berbagai dinamika yang dihadapi pelaku usaha.

Kepala Kantor Bea Cukai Semarang, Budi Prasetiyo, menekankan pentingnya kolaborasi dalam mengawal pengelolaan fasilitas kepabeanan di kawasan tersebut. “Mari kita manfaatkan forum ini untuk menyusun langkah mitigasi terbaik yang tidak hanya menegakkan kepatuhan hukum, tetapi juga tetap menjaga kelancaran investasi di KEK Kendal,” tuturnya.

Sebelumnya, Bea Cukai Semarang juga telah melakukan pendekatan persuasif dan pendampingan kepada pelaku usaha di KEK Kendal melalui sosialisasi aturan, asistensi penetapan IT Inventory, hingga penandatanganan komitmen bersama. Upaya tersebut diarahkan untuk membantu perusahaan memenuhi kewajiban secara transparan dan akuntabel sesuai ketentuan.

Melalui berbagai bentuk asistensi tersebut, Bea Cukai Semarang berupaya memastikan fasilitas kepabeanan dapat dimanfaatkan secara optimal dengan tetap menjaga kepatuhan terhadap regulasi. Pendekatan edukatif dan kolaboratif diharapkan memberikan kepastian bagi pelaku usaha sekaligus mendukung kelancaran kegiatan industri, investasi, dan perdagangan.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026