HOME  ⁄  Nasional

Khofifah Ajak Masyarakat Lestarikan Batik sekaligus Perkuat Kesejahteraan Perajin Jawa Timur

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Khofifah Ajak Masyarakat Lestarikan Batik sekaligus Perkuat Kesejahteraan Perajin Jawa Timur
Foto: (Sumber :Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mencoba menggunakan canting saat melihat batik karya perajin. ANTARA/HO-Biro Adpim Pemprov Jatim/aa..)

Pantau - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat menjadikan Hari Batik Nasional 2026 sebagai momentum untuk melestarikan budaya sekaligus memperkuat kesejahteraan para perajin batik.

Ajakan tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Batik Nasional bertajuk “Batik Berlayar” yang dijadwalkan berlangsung di Dermaga Kapal Taman Prestasi Surabaya, Jumat (2/10/2026).

“Semangat Batik Berlayar adalah semangat membawa kekayaan budaya kita menjangkau lebih banyak orang. Kita ingin batik Jawa Timur semakin dikenal, semakin dicintai, dan semakin luas pasarnya, sehingga para perajin juga merasakan manfaatnya,” ujar Khofifah.

Batik Jawa Timur Didorong Menjangkau Pasar Lebih Luas

Khofifah mengatakan batik Jawa Timur perlu dibawa ke ruang yang lebih luas melalui perpaduan tradisi, seni, kreativitas, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Menurut dia, batik bukan hanya produk sandang, tetapi juga karya budaya yang menyimpan cerita, filosofi, dan keterampilan yang diwariskan lintas generasi.

“Batik memiliki cerita yang bisa kita hadirkan melalui banyak cara. Ketika batik bertemu dengan seni, kreativitas, dan pariwisata, masyarakat dapat menikmati keindahannya sekaligus mengenal proses pembuatan, filosofi, serta orang-orang yang menjaga tradisinya,” katanya.

Khofifah menyebut Jawa Timur memiliki kekayaan batik yang tersebar di 38 kabupaten/kota dengan motif, warna, dan filosofi yang mencerminkan identitas budaya masing-masing daerah.

“Di balik selembar batik ada keterampilan, ketelatenan, dan penghidupan keluarga. Karena itu, kebanggaan memakai batik perlu kita wujudkan dengan menghargai karya perajin, membeli produknya, dan membantu memperkenalkannya kepada lebih banyak orang,” tuturnya.

Generasi Muda Diajak Terlibat Melestarikan Batik

Khofifah menekankan pelestarian batik perlu diikuti penguatan ekosistem usaha melalui peningkatan kualitas, pengembangan desain, pemanfaatan teknologi digital, penguatan merek, dan perluasan pasar.

Ia juga mengajak generasi muda terlibat dalam pembelajaran membatik, pengembangan desain, dokumentasi cerita perajin, serta promosi melalui platform digital.

Menurut Khofifah, sentra batik dapat dikembangkan menjadi wisata edukasi agar masyarakat mengenal motif khas daerah sekaligus melihat dan mencoba secara langsung proses pembuatannya.

“Ketika orang datang ke sentra batik, melihat prosesnya, belajar membatik, dan kemudian membeli produknya, maka yang tumbuh bukan hanya apresiasi terhadap budaya, tetapi juga ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Khofifah turut mengajak pemerintah, perajin, desainer, dunia pendidikan, pelaku pariwisata, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat berkolaborasi untuk menjaga keberlanjutan batik Jawa Timur.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026