
Pantau - Museum Kesaktian Pancasila di kawasan Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, menghadirkan tata pamer dan teknologi digital baru untuk memperkuat penyampaian informasi sejarah kepada pengunjung.
Museum tersebut diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Kamis, 1 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila.
Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan memperbarui storyline, urutan waktu, konteks sejarah, dan tata pamer sekaligus menambahkan teknologi digital serta ruang immersive.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan pembaruan tersebut dilakukan untuk memperkuat fungsi museum sebagai ruang pembelajaran sejarah.
Sebanyak 34 Diorama Asli Tetap Dipertahankan
Sebanyak 34 diorama asli yang menggambarkan berbagai peristiwa sejarah Indonesia dalam rentang 1945 hingga 1974 tetap dipertahankan dalam revitalisasi museum.
Diorama yang selama puluhan tahun menjadi bagian utama pameran kini ditempatkan dalam alur informasi yang dilengkapi konteks mengenai peristiwa yang ditampilkan.
Penyempurnaan dilakukan karena urutan peristiwa dan lini masa yang sebelumnya ditampilkan dinilai belum cukup lengkap, sehingga para sejarawan dilibatkan untuk melengkapi narasi dan konteks sejarah.
Museum kini menggunakan konsep in-situ dengan alur yang menghubungkan gedung museum dan sejumlah situs bersejarah di kawasan Lubang Buaya.
Di lantai dasar, pengunjung dapat melihat instalasi relief tiga dimensi Garuda Pancasila yang dilanjutkan dengan informasi mengenai proses lahir dan perumusan Pancasila, dinamika komunisme global, serta sejarah masuknya gerakan tersebut ke Indonesia.
Teknologi Digital Diterapkan pada Diorama
Informasi berupa teks, visual, dan audio digunakan untuk menghubungkan koleksi museum dengan peristiwa sejarah yang dijelaskan kepada pengunjung.
Sejumlah diorama kini dilengkapi teknologi yang memungkinkan bagian kaca berubah menjadi layar untuk menampilkan video mengenai peristiwa dalam adegan yang diperlihatkan.
Video animasi yang ditampilkan pada diorama tersebut dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau AI.
Penerapan teknologi itu menjadi bagian dari perubahan cara penyajian koleksi tanpa mengganti diorama autentik yang menjadi bagian dari identitas Museum Kesaktian Pancasila.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




