
Pantau - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong King's College London (KCL) Singhasari di Kabupaten Malang memaksimalkan dua program studi magister baru, Digital Law dan Advanced Cyber Security, untuk berkontribusi memperkuat keamanan digital Indonesia.
Kedua program studi tersebut saat ini memasuki tahap soft launching dan direncanakan mulai dibuka secara menyeluruh pada September 2027.
Khofifah menilai kedua program tersebut dibutuhkan untuk memperkuat perlindungan data di tengah meningkatnya ancaman keamanan siber, terutama pada sektor perbankan.
"Jadi begini dua program studi baru Digital Law dan Advance Cyber Security baru di-soft launching untuk (dibuka) September 2027, ini yang dibutuhkan untuk memproteksi keamanan data-data, terutama bagi perbankan," kata Khofifah.
Khofifah Soroti Miliaran Ancaman Siber
Menurut Khofifah, penegakan hukum di ranah digital dan keamanan siber menjadi aspek penting bagi Indonesia pada era modern, terlebih seiring berkembangnya teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Khofifah mengutip data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang menunjukkan besarnya ancaman siber terhadap Indonesia.
"Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) itu menyampaikan bahwa siber kita mendapatkan hantaman sampai 5,5 miliar kali di tahun 2025 dan 2026 ini Januari sampai April sudah sekitar 1,42 miliar," ucapnya.
Kondisi tersebut membuat peningkatan jumlah sumber daya manusia (SDM) yang mempunyai kemampuan dan kompetensi di bidang keamanan digital dinilai menjadi kebutuhan mendasar.
Menurut Khofifah, semakin banyak SDM dengan kompetensi keamanan digital, semakin maksimal pula upaya yang dapat dilakukan untuk menghadapi berbagai bentuk ancaman siber.
Perlindungan keamanan digital tersebut dinilai tidak hanya diperlukan untuk kepentingan keamanan nasional, tetapi juga sektor perbankan dan berbagai sektor swasta lainnya.
"Bahwa kita harus memproteksi data dan memproteksi keamanan semuanya, baik dari keamanan nasional, perbankan, dan sektor-sektor swasta lainnya," ujarnya.
KCL Padukan Teori dan Praktik Keamanan Siber
University Rector for Indonesia and Southeast Asia KCL Prof Simon Tenner mengatakan gagasan menambah dua program studi tersebut tidak terlepas dari kolaborasi dengan Khofifah.
Menurut Simon, Khofifah sebelumnya menjelaskan pentingnya meningkatkan dan mengembangkan keterampilan masyarakat dalam bidang keamanan siber.
KCL kemudian menginisiasi pembukaan Digital Law dan Advanced Cyber Security sebagai program magister terbaru di kampus yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
"Tentu saya merasa bahagia dan terhormat karena Ibu Khofifah bersedia mendukung dan membantu meluncurkan program studi yang sangat penting untuk Indonesia," kata Simon.
Simon menjelaskan kurikulum kedua program studi tersebut akan mengimplementasikan berbagai hal yang telah dikembangkan oleh King's College London.
Proses pendidikan secara garis besar akan memadukan pembelajaran teori dan praktik agar mahasiswa memperoleh pemahaman kuat setelah menyelesaikan pendidikan.
Salah satu kompetensi yang akan dikembangkan adalah pemahaman mengenai mekanisme perlindungan keamanan negara dari berbagai ancaman serangan siber.
Simon juga menyebut dukungan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) memungkinkan mahasiswa mengikuti program tersebut.
Calon mahasiswa diwajibkan memiliki dasar keilmuan di bidang komputer karena Digital Law dan Advanced Cyber Security merupakan program pendidikan jenjang magister.
"Kami bersyukur mendapatkan dukungan dari LPDP yang memungkinkan para mahasiswa mengikuti program ini. Kemudian, karena ini magister maka wajib memiliki dasar keilmuan bidang komputer," ujar Simon.
- Penulis :
- Leon Weldrick




