HOME  ⁄  Nasional

BPBD Kalbar Fokus Padamkan Karhutla di Ketapang dan Kayong Utara karena Titik Api Masih Ditemukan

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

BPBD Kalbar Fokus Padamkan Karhutla di Ketapang dan Kayong Utara karena Titik Api Masih Ditemukan
Foto: Petugas gabungan melakukan pemadaman pada lahan yang terbakar di Kalbar (sumber: BPBD Kalbar)

Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat masih memfokuskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara karena titik api masih ditemukan di kedua wilayah tersebut.

Koordinator Harian Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kalbar, Daniel, mengatakan penanganan melalui jalur udara dan darat difokuskan untuk memaksimalkan pemadaman di wilayah tersebut.

"Memang masih ada api di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara. Oleh karena itu, subjek udara dan subjek darat difokuskan untuk membantu di sana lebih maksimal," ungkap Daniel.

Kabupaten Lain Beralih ke Patroli dan Pengawasan

Sejumlah kabupaten lain di Kalimantan Barat saat ini telah berada dalam kondisi aman dari kebakaran, termasuk Kabupaten Kubu Raya.

Di wilayah yang kondisinya sudah aman, kegiatan penanganan dialihkan menjadi patroli dan pengawasan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

"Kalau kabupaten yang masih melakukan pemadaman itu ada di Ketapang. Kabupaten lainnya sudah aman, termasuk Kubu Raya. Lainnya sekarang ini melakukan patroli-patroli untuk melakukan pengawasan," kata Daniel.

BPBD Kalbar juga belum melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap penanganan karhutla sepanjang 2026 karena potensi kebakaran masih ada di sejumlah wilayah.

Evaluasi akan dilakukan ketika kondisi lebih memungkinkan, terutama setelah Kalimantan Barat memasuki musim hujan.

"Kalau sekarang ini kita belum bisa melakukan evaluasi karena potensi terjadinya karhutla itu masih ada," ungkapnya.

Curah hujan yang belum merata menjadi salah satu faktor yang membuat potensi karhutla masih perlu diwaspadai.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang diterima BPBD Kalbar, curah hujan di sejumlah kabupaten masih tergolong rendah dan belum mampu membasahi seluruh wilayah secara merata.

Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara termasuk wilayah yang masih berpotensi mengalami karhutla karena tingkat curah hujannya rendah.

Daniel menjelaskan hujan yang terjadi merupakan hujan alami, bukan hujan yang dihasilkan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

"Misalnya, di daerah Ketapang, Kayong Utara, masih berpotensi karhutla karena curah hujannya rendah. Bukan hujan OMC, ini hujan alami, tetapi hujan ini belum merata," katanya.

Luas Lahan Terbakar Masih Mengacu Data 38.000 Hektare

Terkait luas lahan yang terbakar akibat karhutla, BPBD Kalbar masih menggunakan data sekitar 38.000 hektare yang dikeluarkan pada Juli 2026.

BPBD Kalbar belum dapat memberikan pembaruan luas lahan terbakar untuk periode Agustus dan September 2026 karena penghitungan resmi menjadi kewenangan Kementerian Lingkungan Hidup.

"BPBD belum dapat memberikan pembaruan untuk periode Agustus dan September karena penghitungan luas lahan terbakar merupakan kewenangan Kementerian Lingkungan Hidup," ujar Daniel.

Selain menangani titik api, pemerintah daerah di wilayah terdampak juga diarahkan memberikan bantuan kepada masyarakat berupa pelayanan kesehatan dan distribusi air bersih akibat kondisi kekeringan dan karhutla.

Distribusi air bersih telah dilakukan di sejumlah wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air, antara lain Kabupaten Ketapang, Kota Pontianak, dan Kabupaten Mempawah.

"Distribusi air bersih telah dilakukan di sejumlah daerah yang mengalami kesulitan air, termasuk Ketapang, Kota Pontianak, dan Mempawah," ungkap Daniel.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026