
Pantau - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Salemba kembali menggelar layanan kunjungan tatap muka khusus anak untuk menjaga kedekatan warga binaan dengan keluarga selama menjalani proses pembinaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Salemba, Amico Balalembang, mengatakan pertemuan dengan anak memiliki arti penting dan diharapkan menjadi salah satu sumber semangat bagi warga binaan selama menjalani pembinaan.
“Kami berharap momen seperti ini dapat menjadi sumber semangat bagi mereka untuk menjalani pembinaan dengan baik, tetap menjaga hubungan dengan keluarga, dan mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat,” ungkap Amico.
Melalui layanan tersebut, warga binaan mendapatkan kesempatan bertemu secara langsung dengan anak-anak mereka.
Warga binaan dan anak dapat berinteraksi, berbincang, serta berbagi cerita di tengah keterbatasan selama masa pembinaan.
Kunjungan Terapkan Pendekatan Ramah Anak
Jajaran petugas Lapas Kelas IIA Salemba memastikan kunjungan khusus anak berlangsung secara aman dan tertib dengan tetap mengikuti standar operasional prosedur (SOP) di lingkungan pemasyarakatan.
Selain memperhatikan keamanan dan ketertiban, petugas mengedepankan pelayanan yang ramah dan responsif terhadap warga binaan maupun keluarganya.
Lapas Salemba turut menyediakan sejumlah fasilitas pendukung untuk memberikan kenyamanan kepada anak-anak dan anggota keluarga selama berada di area kunjungan.
Pendekatan ramah anak juga diterapkan agar pertemuan warga binaan dengan keluarga dapat berlangsung dalam suasana yang nyaman.
“Pendekatan ramah anak diterapkan agar interaksi antara warga binaan dan keluarga berlangsung dalam suasana yang nyaman,” kata Amico.
Dukungan Keluarga Diharapkan Perkuat Reintegrasi Sosial
Lapas Salemba berharap layanan kunjungan tatap muka khusus anak dapat memperkuat dukungan keluarga terhadap warga binaan.
Dukungan keluarga dinilai memiliki peran penting selama warga binaan menjalani proses pembinaan di dalam lapas.
Hubungan keluarga yang tetap terjaga juga menjadi bagian dari persiapan warga binaan untuk kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat setelah menjalani pembinaan.
Proses tersebut berkaitan dengan upaya reintegrasi sosial warga binaan setelah menjalani masa pembinaan.
“Hubungan keluarga yang tetap terjaga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan warga binaan untuk kembali ke tengah keluarga dan masyarakat melalui proses reintegrasi sosial,” ungkap Amico.
- Penulis :
- Leon Weldrick




