
Pantau - Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup mengalirkan air Sungai Pawan sejauh sembilan kilometer melalui jaringan kanal untuk membasahi lahan gambut terdampak kebakaran di Desa Sungai Pelang dan Sungai Besar, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Kepala Balai Pengelolaan Ekosistem Gambut dan Mangrove (BPEGM) Kalimantan Yunus Sudaryanti mengatakan pembasahan dilakukan setelah kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di Ketapang pada September 2026.
"Upaya tersebut menjadi bagian dari penanganan kebakaran hutan dan lahan yang kembali terjadi di Ketapang pada September 2026, terutama pada kawasan gambut yang membutuhkan pembasahan untuk menjaga kelembapan dan mengurangi risiko kebakaran berulang," kata Yunus di Pontianak, Minggu (4/10/2026).
Pembasahan melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup/Balai Gambut dan Mangrove Wilayah Kalimantan, PT Arrtu Energie Resources (AER), Masyarakat Peduli Api (MPA), pemerintah desa, serta instansi terkait.
"Air Sungai Pawan dipompa dari titik pengambilan di sungai, kemudian dialirkan melalui jaringan kanal sepanjang sembilan kilometer menuju kawasan gambut sasaran. Jaringan tersebut melintasi lahan masyarakat maupun lahan milik PT AER," tuturnya.
Sembilan Sekat Kanal dan Tiga Pompa Disiapkan
Sedikitnya sembilan tempat sekat kanal dan tujuh lokasi gorong-gorong disiapkan agar air dapat mengalir serta bertahan di jaringan kanal menuju kawasan gambut.
Sistem pembasahan diperkuat satu mesin pompa induk dan dua mesin pompa pendorong.
Sebanyak dua embung juga disiapkan di lokasi pompa pendorong untuk membantu mendistribusikan air menuju lahan yang membutuhkan pembasahan.
Pembangunan jaringan dilakukan secara bertahap mulai dari survei dan pengukuran, perizinan, koordinasi, pemasangan mesin di tepi sungai, penyiapan embung dan sekat kanal, hingga pembersihan kanal.
"Jaringan tersebut dirancang untuk menghubungkan sumber air Sungai Pawan dengan kawasan gambut yang terdampak kebakaran. Dari dokumentasi udara, jalur pengaliran memperlihatkan bentangan kanal yang membawa air dari sungai menuju kawasan gambut," kata Yanti.
Pembasahan Diharapkan Cegah Kebakaran Berulang
Pembasahan dinilai penting karena kebakaran pada ekosistem gambut tidak hanya merusak vegetasi di permukaan, tetapi juga dapat merusak struktur gambut di dalam tanah dan menimbulkan dampak ekologis jangka panjang.
Air yang dialirkan dari Sungai Pawan diharapkan meningkatkan kelembapan gambut, mempertahankan ketersediaan air, serta mengurangi risiko kebakaran kembali.
Keterlibatan masyarakat, pemerintah desa, perusahaan, dan instansi terkait juga diarahkan untuk menjaga kondisi lahan sehingga pengendalian karhutla tidak hanya dilakukan ketika api muncul.
"Pembasahan gambut di Desa Sungai Pelang dan Desa Sungai Besar itu sekaligus menjadi langkah kolaboratif untuk menjaga ekosistem gambut dan melindungi kawasan yang menjadi ruang hidup masyarakat dari ancaman kebakaran berulang," katanya.
- Penulis :
- Gerry Eka




