HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Perkuat Pompanisasi untuk Jaga Produksi Padi di Tengah Ancaman El Nino

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pemerintah Perkuat Pompanisasi untuk Jaga Produksi Padi di Tengah Ancaman El Nino
Foto: Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.

Pantau - Pemerintah memperkuat pengelolaan air dan pompanisasi untuk menjaga produksi padi nasional di tengah ancaman El Nino, dengan produksi Januari-Agustus 2026 tercatat mencapai 43,89 juta ton gabah kering giling (GKG).

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan langkah mitigasi terutama dilakukan di wilayah pertanian yang menghadapi keterbatasan pasokan air.

"Pemerintah melakukan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga produksi tetap berjalan, terutama melalui penguatan pengelolaan air dan optimalisasi pompanisasi di wilayah yang menghadapi keterbatasan air," kata Amran di Jakarta, Minggu (4/10/2026).

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan lahan pertanian tetap mendapatkan pasokan air sehingga petani dapat mempertahankan kegiatan produksi.

Amran menegaskan pemerintah akan terus memberikan dukungan sarana produksi dan tidak membiarkan petani menghadapi tantangan tersebut sendirian.

“Kami turun, pasang pompa-pompa, kita tidak boleh menyerah. Kita tidak boleh membiarkan petani jalan sendiri, kita harus turun tangan,” ujar Amran.

Produksi Padi Capai 43,89 Juta Ton GKG

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi padi nasional sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai 43,89 juta ton GKG atau tumbuh 0,07 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

“Produksi padi dari Januari sampai dengan Agustus 2026 mencapai 43,89 juta ton GKG atau naik 0,07 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2025,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono.

Luas panen padi pada periode yang sama mencapai 8,32 juta hektare atau meningkat 0,11 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Luas panen padi pada Januari sampai dengan Agustus 2026 mencapai 8,32 juta hektare atau naik sebesar 0,11 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025,” ujar Ateng.

Produksi beras untuk konsumsi pangan masyarakat pada Januari-Agustus 2026 juga mencapai 25,29 juta ton atau meningkat 0,07 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

“Dengan demikian untuk produksi beras pada kondisiJanuari sampai dengan Agustus tahun 2026 mencapai 25,29 juta ton atau naik sebesar 0,07 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025,” ujarnya.

Sentra Produksi Masih Berpotensi Panen hingga November

BPS menyatakan data produksi Januari-Agustus 2026 telah berstatus angka tetap, sedangkan produksi September-November masih berupa angka potensi dan data produktivitas masih berstatus sementara.

Realisasi produksi pada periode tersebut dapat berubah akibat kondisi cuaca, serangan organisme pengganggu tanaman, banjir, kekeringan, hingga perubahan waktu panen.

Berdasarkan Kerangka Sampel Area (KSA) Agustus 2026, potensi panen pada September-November tersebar antara lain di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung, Aceh, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.

Potensi El Nino dengan intensitas kuat dapat meningkatkan risiko kekeringan dan memengaruhi ketersediaan air pertanian sehingga pemerintah terus memperkuat langkah mitigasi untuk menjaga produktivitas hingga akhir 2026.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026