HOME  ⁄  Nasional

PMI Asal Cirebon Ditemukan setelah 35 Tahun Hilang Kabar di Arab Saudi, Pemkab Siapkan Pemulangan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

PMI Asal Cirebon Ditemukan setelah 35 Tahun Hilang Kabar di Arab Saudi, Pemkab Siapkan Pemulangan
Foto: Kepala Disnaker Kabupaten Cirebon Novi Hendrianto memberikan keterangan di Cirebon, Jawa Barat.

Pantau - Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon siap memfasilitasi kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) bernama Jaeni Tirya Sakrim ke Desa Hulubanteng, Kecamatan Pabuaran, setelah ditemukan di Arab Saudi usai sekitar 35 tahun kehilangan kabar dengan keluarganya.

Kepala Disnaker Kabupaten Cirebon Novi Hendrianto mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk memastikan proses kepulangan Jaeni dari Arab Saudi hingga ke kampung halaman.

Jaeni saat ini telah berada dalam penanganan perwakilan Indonesia di Arab Saudi dan pihak keluarga telah menerima informasi mengenai keberadaannya.

“Informasi terakhir sudah ada di KBRI dan pihak keluarganya juga sudah mendapat informasi langsung dari KBRI,” ujar Novi di Cirebon, Minggu (4/10/2026).

Satgas P2MI Siap Bantu Proses Pemulangan

Novi mengatakan Pemerintah Kabupaten Cirebon memiliki Satgas Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) yang dapat dilibatkan untuk membantu proses pemulangan Jaeni hingga ke daerah asal.

“Satgas tersebut terdiri atas sejumlah unsur, termasuk Disnaker, kepolisian, Dinas Kesehatan, serta instansi terkait lainnya yang dapat menangani kebutuhan PMI selama proses pemulangan,” katanya.

Pemerintah daerah memiliki kewenangan memfasilitasi pemulangan PMI dari tempat kedatangan hingga rumah, sedangkan penanganan pekerja di negara penempatan menjadi kewenangan pemerintah pusat dan Kementerian Luar Negeri.

Disnaker juga menerima laporan dari keluarga PMI yang menghadapi persoalan di luar negeri dan mengoordinasikan penanganannya dengan lembaga berwenang.

“Layanan tersebut tersedia melalui P4MI dan Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA), sehingga masyarakat dapat menyampaikan pengaduan terkait persoalan ketenagakerjaan di luar negeri,” katanya.

Novi menambahkan status keberangkatan secara resmi memudahkan pemerintah memberikan perlindungan karena data penempatan pekerja dapat ditelusuri ketika terjadi persoalan.

“Kalau resmi, data pekerjanya tercatat sehingga ketika ada persoalan, keberadaannya lebih mudah diketahui,” katanya.

Jaeni Kehilangan Kontak dengan Keluarga Sejak 1994

Berdasarkan data Disnaker, Jaeni berangkat ke Arab Saudi pada 1991 untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga dan masih berkomunikasi dengan keluarganya selama sekitar tiga tahun.

Komunikasi Jaeni dengan keluarganya kemudian terputus pada 1994 hingga keberadaannya kembali diketahui pada 2026.

Keluarga mendapat kabar setelah seorang perempuan yang mencari keluarganya mendatangi KBRI dan ciri-ciri yang disampaikan sesuai dengan keluarga Jaeni di Desa Hulubanteng.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026