
Pantau - Sekretariat Jenderal DPR RI mengajak 200 peserta Parlemen Remaja DPR RI 2026 mengunjungi Museum Nasional Indonesia di Jakarta Pusat untuk memperkuat pemahaman sejarah, budaya, dan peradaban bangsa setelah mendapatkan pendidikan politik dan demokrasi.
Kunjungan yang digelar Jumat (2/10/2026) tersebut menjadi bagian sekaligus agenda penutup rangkaian program Parlemen Remaja 2026.
Plt. Sekretaris Jenderal DPR RI Suprihartini mengatakan kegiatan itu dirancang untuk melengkapi pembekalan politik yang sebelumnya diterima peserta di Kompleks DPR RI.
"Hari ini 200 peserta Parlemen Remaja mengadakan kunjungan ke Museum Nasional. Ini merupakan satu program dari Parlemen Remaja tahun 2026, di mana kita ingin para generasi muda tidak hanya kita berikan pendidikan politik, tapi juga kita mengembalikan kepada ingatan mereka terkait dengan sejarah dari peradaban bangsa Indonesia," ujar Suprihartini.
Pendidikan Politik Dipadukan dengan Pemahaman Sejarah
Museum Nasional menjadi ruang pembelajaran bagi peserta untuk melihat secara langsung berbagai peninggalan sejarah dan kebudayaan Indonesia.
Peserta juga memperoleh informasi mengenai pengelolaan museum serta berbagai koleksi yang tersimpan di dalamnya.
Suprihartini menilai pemahaman sejarah dan kebudayaan penting bagi generasi muda yang sedang mendapatkan pembekalan mengenai politik.
Menurutnya, pengetahuan tentang demokrasi dan parlemen perlu berjalan beriringan dengan pemahaman mengenai perjalanan bangsa serta keberagaman budaya Indonesia.
Kunjungan ke Museum Nasional karena itu tidak hanya menjadi kegiatan edukatif, tetapi juga diarahkan untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah dan kebudayaan nasional.
"Kita juga ingin membangkitkan lagi semangat dari para generasi muda, khususnya para peserta Parlemen Remaja untuk lebih mencintai lagi budaya, peradaban, dan juga apa yang Indonesia punya terkait dengan kebudayaan Indonesia itu sendiri," katanya.
Peserta Didorong Berani Berpendapat dan Menghargai Perbedaan
Sebelum mengunjungi museum, para peserta yang merupakan pelajar SMA sederajat dari berbagai daerah di Indonesia telah memperoleh pembekalan mengenai politik dan kehidupan parlemen di Kompleks DPR RI.
Pembekalan tersebut tidak hanya mengenalkan mekanisme kerja DPR, tetapi juga mendorong peserta berani menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab dan menghargai perbedaan pandangan.
Suprihartini berharap pengalaman selama mengikuti Parlemen Remaja dapat membangun kesadaran politik peserta sebagai warga negara sekaligus mendorong partisipasi positif dalam kehidupan bermasyarakat.
"Kita berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh peserta, khususnya bagaimana mereka mulai memiliki kesadaran berpolitik, mereka mulai memiliki kesadaran juga untuk lebih bisa menyatakan pendapat dan juga menghargai pendapat antara satu dengan lainnya," ujarnya.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh peserta menjadi bekal untuk terus memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat.
Setjen DPR juga berharap program tersebut terus dikembangkan sehingga semakin banyak generasi muda mendapatkan kesempatan mengenal parlemen, memahami demokrasi, serta memperkuat kecintaan terhadap sejarah dan kebudayaan Indonesia.
"Kita berharap juga untuk peserta Parlemen Remaja tahun 2027 ke depan ini juga akan dapat mengikuti kegiatan-kegiatan yang nanti akan disiapkan oleh Sekretariat Jenderal DPR RI," pungkasnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




