HOME  ⁄  Nasional

Revitalisasi Sekolah Membangun Kembali Mimpi Ribuan Siswa Terdampak Bencana Sumatera

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Revitalisasi Sekolah Membangun Kembali Mimpi Ribuan Siswa Terdampak Bencana Sumatera
Foto: (Sumber :Pekerja memperbaiki atap sekolah SD Negeri 1 Langkahan yang rusak akibat bencana banjir bandang pada akhir tahun 2025 di Desa Simpang Tiga, Langkahan, Aceh Utara, Aceh, Selasa (4/8/2026). ANTARA FOTO/Rahmad/tom.)

Pantau - Revitalisasi sekolah mulai mengembalikan ruang belajar yang aman bagi siswa setelah 4.922 satuan pendidikan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terdampak banjir dan longsor pada akhir 2025.

Bencana tersebut merusak ruang kelas, meja, kursi, buku, serta berbagai fasilitas pembelajaran akibat terjangan air dan lumpur.

Sejumlah sekolah mengalami kerusakan berat, mulai dari kehilangan bagian atap hingga tidak lagi memiliki ruang yang aman untuk kegiatan belajar mengajar.

SD Negeri Sekumur bahkan tersapu banjir bandang, sedangkan atap SD Negeri 1 Babo ambruk dan SD Negeri Alur Jambu tertutup lumpur tebal.

Siswa Sempat Belajar di Tenda Darurat

Di Aceh Barat, sekitar 50 murid SD Negeri Alue Lhok, Kecamatan Pante Ceureumen, sempat menjalani kegiatan belajar di dalam tenda darurat.

Para guru tetap melaksanakan pembelajaran di bawah atap terpal ketika siswa berupaya kembali berkonsentrasi setelah mengalami bencana.

Kondisi tersebut menjadi bagian dari proses pemulihan rutinitas sekolah sekaligus upaya mengembalikan rasa aman dan kenyamanan bagi siswa.

Perubahan mulai terlihat setelah sejumlah sekolah mendapatkan revitalisasi dengan perbaikan ruang kelas dan penyediaan kembali fasilitas pembelajaran.

Meja dan kursi kembali tertata, sementara ruang yang sebelumnya rusak dan lembab dapat digunakan lagi untuk kegiatan belajar.

Revitalisasi Kembalikan Kenyamanan Siswa

Khayla Syakira, siswi SMP Negeri 1 Mila, Kabupaten Pidie, Aceh, menjadi salah satu siswa yang merasakan perubahan setelah sekolahnya direvitalisasi.

Selain mendapatkan ruang belajar yang lebih baik, siswa di sekolah tersebut kini memiliki mushala untuk menjalankan ibadah bersama.

“Setelah direnovasi, ruang belajar kami jauh lebih baik. Kami juga sudah memiliki mushala dan dapat melaksanakan shalat Zuhur berjamaah setiap hari,” ungkap Khayla.

Revitalisasi sekolah menjadi bagian dari pemulihan pendidikan setelah bencana sekaligus mengembalikan ruang bagi anak-anak untuk melanjutkan pembelajaran dan membangun kembali mimpi yang sempat terputus.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026