
Pantau - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah membangun ratusan sumur bor di seluruh kabupaten dan kota untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat selama musim kemarau.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menjelaskan pemerintah provinsi membangun dua jenis sumur bor berdasarkan fungsi dan kebutuhan di lapangan.
Jenis pertama merupakan sumur bor yang secara khusus menyediakan sumber air untuk mendukung kegiatan pemadaman karhutla.
Jenis kedua memiliki fungsi ganda, yakni mendukung pemadaman karhutla sekaligus menjadi sumber air bersih bagi masyarakat.
“Sumur bor yang kami bangun ini ada dua jenisnya, satu yang berfungsi khusus mendukung pemadaman karhutla dan kedua yang berfungsi mendukung pemadaman karhutla sekaligus sumber air bersih bagi masyarakat,” kata Agustiar.
Kotawaringin Barat Minta Tambahan 15 Sumur Bor
Agustiar memastikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus hadir membantu masyarakat, termasuk ketika menghadapi dampak musim kemarau panjang.
Kemarau panjang telah menyebabkan kekeringan sehingga sejumlah daerah mengalami kesulitan mendapatkan air bersih sekaligus menghadapi kebakaran hutan dan lahan.
Dalam pertemuan Agustiar dengan Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah pada Rabu, pemerintah daerah kembali menyampaikan permintaan pembangunan sumur bor di sekitar 15 lokasi.
Lokasi yang membutuhkan pembangunan sumur bor tersebut terutama berada di kawasan pesisir dengan permintaan terbanyak berasal dari wilayah Kumai.
Menindaklanjuti permintaan itu, Agustiar menginstruksikan Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah Agustan Saining untuk segera melakukan tindak lanjut.
“Pasti kami hadir ya kan. Kalau ada permintaan kami pastikan untuk membantu,” ungkap Agustiar.
Selain membangun sumur bor, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat selama musim kemarau.
Hingga 6 Oktober 2026, bantuan air bersih yang telah disalurkan ke berbagai wilayah tercatat mencapai lebih dari 7,02 juta liter.
Karhutla Capai 5.848 Kejadian
Agustiar menegaskan penanganan dampak musim kemarau dan karhutla terus dilakukan melalui berbagai langkah.
Upaya tersebut meliputi pemadaman kebakaran, penyediaan air bersih, penyediaan rumah oksigen, pelayanan kesehatan, hingga penyaluran bantuan pangan.
Berdasarkan data Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla Kalimantan Tengah per 7 Oktober 2026, tercatat sebanyak 5.848 kejadian karhutla.
Total luas lahan yang terbakar akibat ribuan kejadian tersebut telah mencapai lebih dari 17 ribu hektare.
Sebanyak 13.699 personel gabungan telah diturunkan untuk melakukan berbagai upaya pencegahan dan penanganan karhutla di Kalimantan Tengah.
Selain langkah pencegahan dan pemadaman, aparat telah melakukan 47 upaya penegakan hukum terkait kasus karhutla di provinsi tersebut.
- Penulis :
- Arian Mesa




