HOME  ⁄  Nasional

BNPB Perkuat Kesiapsiagaan Warga Karangasem Bali melalui Program DESTANA untuk Hadapi Ancaman Gempa, Erupsi Gunung Agung, dan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BNPB Perkuat Kesiapsiagaan Warga Karangasem Bali melalui Program DESTANA untuk Hadapi Ancaman Gempa, Erupsi Gunung Agung, dan
Foto: (Sumber :Fasilitasi Desa Tangguh Bencana (DESTANA) dari petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama dengan BPBD Kabupaten Karangasem di Desa Bungaya Kangin, Kecamatan Bebandem, Karangasem, Bali, Senin (5/10/2026). (ANTARA/HO-BNPB).)

Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat kesiapsiagaan masyarakat Kabupaten Karangasem, Bali, melalui program Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (DESTANA) untuk mengurangi risiko bencana geologi dan hidrometeorologi, termasuk gempa bumi, erupsi Gunung Agung, tanah longsor, hingga banjir.

Program tersebut dilaksanakan melalui pendampingan langsung kepada masyarakat dengan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karangasem.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan penguatan kapasitas masyarakat dilakukan secara partisipatif dengan mempertimbangkan karakteristik dan potensi ancaman di setiap wilayah.

Kegiatan fasilitasi DESTANA salah satunya berlangsung di Desa Bungaya Kangin, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, pada Senin (5/10/2026).

BNPB Petakan Risiko Bencana Tinggi di Kabupaten Karangasem

Berdasarkan Kajian Risiko Bencana (KRB) Kabupaten Karangasem Tahun 2025–2029, wilayah tersebut memiliki potensi risiko tinggi terhadap sejumlah bencana alam.

Ancaman tersebut meliputi gempa bumi, erupsi Gunung Agung, tanah longsor, banjir, angin puting beliung, serta kekeringan.

BNPB menilai keberagaman ancaman tersebut membutuhkan langkah mitigasi dan pengurangan risiko yang terencana hingga tingkat masyarakat paling bawah.

"Keragaman potensi ancaman tersebut membutuhkan strategi pengurangan risiko bencana yang terstruktur hingga unit terkecil masyarakat," kata Berton dalam keterangannya di Surakarta, Kamis (8/10/2026).

Melalui program DESTANA, masyarakat diberikan pendampingan untuk mengenali berbagai potensi bahaya yang dapat terjadi di lingkungan tempat tinggal mereka.

Warga juga dilibatkan dalam pemetaan sumber daya lokal yang dapat dimanfaatkan ketika menghadapi situasi darurat.

Selain itu, masyarakat didorong menyusun skenario kesiapsiagaan yang mencakup tahapan sebelum bencana, saat tanggap darurat, hingga masa pemulihan pascabencana.

Program DESTANA Dorong Kemandirian Warga Menghadapi Bencana

Berton menegaskan kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mengurangi dampak bencana.

Menurutnya, kemampuan menghadapi keadaan darurat tidak hanya bergantung pada pemerintah dan petugas penanggulangan bencana, tetapi juga pada kesiapan individu serta keluarga.

"Keberhasilan penanggulangan bencana sangat ditentukan oleh kesiapan mandiri individu, keluarga, hingga struktur RT/RW dan kelurahan," ungkap Berton.

Karena itu, penguatan kapasitas melalui DESTANA diarahkan untuk membangun kemampuan masyarakat dalam mengenali ancaman dan mengambil langkah penyelamatan secara mandiri.

Pendekatan partisipatif juga diterapkan agar warga terlibat langsung dalam penyusunan rencana pengurangan risiko bencana sesuai kondisi wilayah masing-masing.

BNPB Siapkan Simulasi Evakuasi dan Sistem Peringatan Dini

BNPB menjelaskan hasil pemetaan risiko bencana yang telah disusun bersama masyarakat akan ditindaklanjuti melalui sejumlah kegiatan kesiapsiagaan.

Kegiatan tersebut meliputi uji coba jalur evakuasi, sosialisasi berkala, serta simulasi kebencanaan secara rutin.

Latihan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kecepatan respons dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.

Selain simulasi, program DESTANA juga mencakup penguatan kelembagaan masyarakat di tingkat RT/RW, pengkajian risiko bencana secara partisipatif, serta pengembangan sistem peringatan dini yang inklusif.

BNPB turut memberikan pendampingan terkait penyusunan rencana evakuasi dan Penilaian Ketangguhan Desa (PKD) sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan masyarakat.

"Selain penguatan struktur RT/RW, pengkajian risiko bencana secara partisipatif, sistem peringatan dini inklusif, rencana evakuasi, hingga serta Penilaian Ketangguhan Desa (PKD) juga diberikan," kata Berton.

Melalui pelaksanaan program DESTANA, BNPB berupaya meningkatkan ketangguhan masyarakat Karangasem agar mampu menghadapi berbagai potensi bencana secara lebih terencana dan mandiri.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026