
Pantau - Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Hendropriyono meminta pembasahan lahan gambut terus dilakukan di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan guna mencegah munculnya kembali titik api.
Diaz menekankan pentingnya menjaga ketersediaan air di lahan gambut yang mengalami kekeringan melalui pembangunan sekat kanal dan pemanfaatan pompa air.
Arahan tersebut disampaikan setelah Diaz meninjau penanganan kebakaran lahan gambut di Kecamatan Talang Kelapa, Sumatera Selatan, pada Rabu (7/10/2026).
"Kita perlu meningkatkan air tanah di lahan gambut yang sekarang ini sedang mengalami kekeringan dengan membangun sekat kanal, untuk kanal yang airnya kurang banyak akan diambil semacam intake dari sungai sekitar dan dibawa ke kanal di daerah konsesi yang rawan kebakaran, kita akan membawa air dengan pompa sentrifugal," jelas Diaz dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Wamen LH Dorong Pembangunan Sekat Kanal di Lahan Gambut
Diaz menjelaskan bahwa pembasahan gambut merupakan langkah penting dalam mengurangi risiko kebakaran berulang di wilayah rawan karhutla.
Pembangunan sekat kanal diperlukan untuk mempertahankan ketinggian air dan menjaga kondisi hidrologis lahan gambut.
Menurutnya, lahan gambut yang mengalami kekeringan membutuhkan pasokan air agar tidak semakin rentan terhadap kebakaran.
Untuk kanal yang kekurangan air, pemerintah mendorong pengambilan air dari sungai terdekat menggunakan sistem pemasukan air atau intake.
Air tersebut kemudian akan dialirkan menuju kanal di kawasan konsesi yang memiliki risiko kebakaran tinggi.
Pompa sentrifugal direncanakan digunakan untuk membantu memindahkan air dari sumbernya menuju wilayah gambut yang membutuhkan pembasahan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari penguatan pencegahan kebakaran selain upaya pemadaman yang sedang berlangsung.
Penanganan Karhutla Dilakukan melalui Modifikasi Cuaca dan Pemadaman Darat
Dalam kunjungannya ke Kecamatan Talang Kelapa, Diaz meninjau dua titik kebakaran lahan gambut.
Ia memastikan berbagai upaya penanganan telah dilakukan, termasuk koordinasi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan pemadaman menggunakan helikopter atau water bombing.
Meski demikian, Diaz mengungkapkan masih terdapat sejumlah kendala dalam pelaksanaan penanganan kebakaran.
"Saya mendapatkan penjelasan bahwa OMC (Operasi Modifikasi Cuaca) dan water bombing sudah dikoordinasikan, namun masih ada kendala tertentu. Langkah pencegahan kebakaran juga dijalankan, tapi diperlukan upaya pemadaman di darat yang berjalan terus agar penanggulangan lebih komprehensif, saya harap pompa air bisa dimanfaatkan dengan baik," tutur Wamen Diaz.
Menurutnya, pemadaman melalui jalur darat harus terus dilaksanakan untuk melengkapi upaya penanganan dari udara.
Pemanfaatan pompa air juga perlu dioptimalkan agar petugas dapat menjangkau area gambut yang membutuhkan penanganan.
KLH Serahkan Lima Pompa Air dan Masker untuk Warga
Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menyerahkan bantuan lima unit pompa air untuk mendukung penanganan karhutla di Kota Palembang.
Bantuan tersebut diberikan kepada pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan, serta kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA).
Pompa air diharapkan dapat membantu kegiatan pemadaman sekaligus mendukung pembasahan lahan gambut di kawasan rawan kebakaran.
Selain bantuan peralatan pemadaman, Diaz juga membagikan masker kepada masyarakat yang berada di sekitar lokasi terdampak.
Pembagian masker dilakukan sebagai bagian dari dukungan kepada warga di wilayah yang mengalami kebakaran lahan.
Sebanyak 43 Perusahaan Konsesi Dilibatkan dalam Penanganan Karhutla
Diaz juga memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Sumatera Selatan yang melibatkan 43 perusahaan swasta pemegang konsesi.
Perusahaan-perusahaan tersebut memiliki wilayah konsesi di kawasan yang terdapat titik kebakaran.
Dalam rapat tersebut, Diaz mendorong perusahaan berpartisipasi dalam pembangunan sarana pendukung sekat kanal.
Keterlibatan pemegang konsesi diperlukan untuk memperkuat upaya menjaga ketersediaan air di lahan gambut yang rawan terbakar.
Melalui pembasahan gambut, pembangunan sekat kanal, pemanfaatan pompa air, serta penguatan pemadaman darat, KLH/BPLH berupaya mencegah kebakaran berulang di Sumatera Selatan.
- Penulis :
- Aditya Yohan




