
Pantau - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk mengawal keberlanjutan dan keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menekankan tata kelola transparan, keamanan pangan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.
Wakil Ketua Muhammadiyah Jawa Tengah Zakiyuddin Baidhawy mengatakan program MBG harus dijalankan secara berkemajuan dan berkeadilan karena merupakan bagian dari investasi strategis pembangunan sumber daya manusia (SDM) dalam jangka panjang.
Pernyataan tersebut disampaikan Zakiyuddin di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (10/10/2026), sebagai bentuk perhatian Muhammadiyah terhadap pelaksanaan program pemerintah tersebut.
Menurutnya, keberhasilan MBG tidak cukup hanya diukur dari jumlah makanan yang dibagikan, tetapi juga harus mempertimbangkan kualitas gizi, keamanan konsumsi, dampak lingkungan, dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Muhammadiyah Minta Program MBG Jadi Investasi Pembangunan SDM
Zakiyuddin menjelaskan bahwa program penyediaan makanan gratis bagi masyarakat bukan merupakan kebijakan baru karena telah diterapkan di sejumlah negara maju.
"Program makan gratis ini bukan hal baru di dunia internasional, negara seperti Finlandia dan Jerman sudah memulainya sejak puluhan tahun lalu," katanya.
Ia menilai pengalaman negara lain dapat menjadi gambaran bahwa program pemberian makanan bergizi perlu dikelola sebagai kebijakan pembangunan manusia yang berkelanjutan.
Menurutnya, MBG tidak seharusnya hanya dipandang sebagai kegiatan distribusi makanan karena pelaksanaan yang kurang terencana berpotensi menimbulkan persoalan baru, termasuk meningkatnya volume sampah.
Zakiyuddin menekankan pentingnya melihat program tersebut melalui perspektif pembangunan peradaban yang berorientasi pada peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.
Muhammadiyah juga memandang pelaksanaan MBG memiliki landasan teologis yang berkaitan dengan nilai-nilai Teologi Al-Ma'un, yakni kepedulian sosial dan keberpihakan terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Dalam konteks tersebut, keterlibatan Muhammadiyah dalam mengawal program MBG mengacu pada prinsip Maqashid Syariah, terutama perlindungan keselamatan jiwa dan pemeliharaan akal.
Keamanan Pangan dan Standar Higienitas MBG Harus Diperketat
Selain menyoroti aspek pembangunan SDM, Muhammadiyah Jawa Tengah meminta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan MBG memastikan makanan yang disajikan memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan.
Zakiyuddin menegaskan bahwa makanan bergizi yang diberikan kepada penerima manfaat harus memenuhi dua persyaratan utama, yakni halal dan toyyib atau baik untuk dikonsumsi.
Ia juga mengingatkan pentingnya penerapan standar higienitas, sanitasi, dan protokol keamanan pangan secara ketat dalam seluruh tahapan pengelolaan makanan.
Pengawasan tersebut diperlukan untuk mencegah terjadinya kasus keracunan pangan yang dapat membahayakan kesehatan penerima manfaat program.
Menurutnya, aspek keselamatan harus menjadi perhatian utama agar tujuan peningkatan kualitas gizi masyarakat dapat tercapai tanpa menimbulkan risiko kesehatan.
Muhammadiyah pun menekankan pentingnya pengelolaan program secara transparan dan bertanggung jawab sebagai bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat.
Muhammadiyah Dorong UMKM, Petani, dan Nelayan Terlibat dalam MBG
Zakiyuddin juga menyoroti pentingnya penerapan prinsip keadilan ekonomi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Ia berharap sistem pengadaan bahan baku dan pengelolaan makanan dapat memberikan kesempatan yang adil kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), petani, nelayan, serta peternak lokal.
Menurutnya, keterlibatan pelaku ekonomi di sekitar lokasi pelaksanaan program dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
"MBG merupakan ekosistem yang menciptakan efek pengganda pada ekonomi lokal," katanya.
Dengan melibatkan pelaku usaha dan produsen pangan setempat, program MBG diharapkan tidak hanya membantu pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Muhammadiyah Jawa Tengah menegaskan bahwa pengawasan terhadap pelaksanaan MBG perlu mencakup kualitas makanan, keselamatan penerima manfaat, transparansi pengelolaan, dan pemerataan kesempatan ekonomi.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi pembangunan SDM serta perekonomian masyarakat.
- Penulis :
- Aditya Yohan




