
Pantau - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang, Banten, menjajaki penguatan kerja sama untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem dan menangani sekitar 67.632 unit rumah tidak layak huni (RTLH) melalui program pemberdayaan ekonomi serta pembangunan hunian berbasis gotong royong.
Kerja sama tersebut dibahas dalam audiensi antara Pimpinan Pengawasan dan Pengendalian Baznas RI Neyla Saida Anwar dan Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani di Kantor Baznas RI, Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Neyla mendorong penerapan skema kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat penanganan kemiskinan dan perbaikan rumah warga secara berkelanjutan.
Menurutnya, keterlibatan pemerintah daerah, lembaga zakat, dunia usaha, serta instansi terkait diperlukan agar pembiayaan program pembangunan rumah layak huni dapat dilakukan secara bersama-sama.
Baznas Dorong Gotong Royong Lintas Sektor untuk Perbaikan Rumah Warga
Neyla menjelaskan bahwa skema gotong royong yang ditawarkan Baznas telah diterapkan di Sulawesi Tenggara dengan melibatkan berbagai unsur pemerintahan dan pelaku usaha.
"Kita menggunakan sistem gotong royong yang sudah direalisasikan di Sulawesi Tenggara yang melibatkan Gubernur, Bupati, Wali Kota, Baznas daerah, hingga pengusaha guna membiayai pembangunan rumah tidak layak secara bersama-sama agar terasa lebih ringan," kata Neyla dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (10/10/2026).
Ia mengatakan pendekatan tersebut memungkinkan pembiayaan pembangunan rumah warga dibagi kepada sejumlah pihak sehingga tidak hanya bergantung pada kemampuan anggaran pemerintah daerah.
Selain pemerintah dan pengusaha, kerja sama tersebut juga dapat melibatkan TNI, Polri, sektor perbankan, serta sejumlah kementerian terkait.
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) turut disebut memiliki peran dalam mendukung legalitas kepemilikan tanah serta perizinan pembangunan.
Keterlibatan berbagai instansi tersebut diharapkan dapat membantu kelancaran pelaksanaan program perbaikan rumah bagi masyarakat yang membutuhkan.
Baznas Siapkan Program Pemberdayaan Ekonomi untuk Tekan Kemiskinan Ekstrem
Selain pembangunan rumah layak huni, Baznas RI menyatakan kesiapan mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Pandeglang melalui sejumlah program pemberdayaan ekonomi.
Program yang ditawarkan antara lain Baznas Microfinance Masjid dan Z-Auto yang diarahkan untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat penerima manfaat.
Baznas juga menyiapkan dukungan melalui program Rumah Layak Huni Baznas (RLHB) dengan pendekatan gotong royong lintas sektor.
Neyla menegaskan bahwa seluruh program penyaluran bantuan harus tetap mengikuti ketentuan yang berlaku untuk mencegah persoalan hukum dalam pelaksanaannya.
"Namun tentu penyaluran Baznas wajib mengutamakan prinsip Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI untuk menghindari potensi masalah hukum di kemudian hari, seperti pembangunan RLHB di atas tanah yang bukan milik mustahik," ujar Neyla Saida Anwar.
Ia mengingatkan pentingnya memastikan status kepemilikan tanah sebelum pembangunan rumah dilakukan, khususnya bagi penerima zakat atau mustahik.
Prinsip tersebut menjadi perhatian Baznas agar bantuan yang disalurkan sesuai dengan ketentuan syariat, regulasi, dan hukum yang berlaku di Indonesia.
Bupati Pandeglang Ungkap 67.632 Rumah Masih Tidak Layak Huni
Sementara itu, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani mengungkapkan bahwa daerahnya masih menghadapi persoalan besar terkait kebutuhan perbaikan rumah masyarakat.
Berdasarkan data yang disampaikannya, terdapat sekitar 67.632 unit rumah tidak layak huni di Kabupaten Pandeglang yang membutuhkan penanganan.
Dewi menjelaskan bahwa keterbatasan kemampuan fiskal daerah menjadi salah satu tantangan dalam mempercepat penyelesaian persoalan tersebut.
Selain kebutuhan perbaikan rumah, pemerintah daerah juga harus menangani kemiskinan ekstrem yang memerlukan dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak.
Karena itu, Pemkab Pandeglang berupaya memperkuat koordinasi dengan Baznas di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional untuk memperluas jangkauan program bantuan.
Pemkab Pandeglang Harap Sinergi Baznas Berlanjut
Dewi berharap kerja sama antara pemerintah daerah dan Baznas dapat menjadi salah satu langkah untuk membantu masyarakat yang menghadapi kesulitan ekonomi maupun persoalan tempat tinggal.
"Mudah-mudahan sinergi antara Pemda, Baznas Kabupaten, Baznas Provinsi Banten, dan juga Baznas RI bisa terus terjalin dan semata-mata ini untuk membantu masyarakat yang membutuhkan," ucap Dewi.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menggabungkan dukungan pembiayaan, pemberdayaan ekonomi, dan penanganan rumah tidak layak huni agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Baznas RI dan Pemkab Pandeglang berharap penguatan kerja sama lintas sektor dapat mendukung percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem sekaligus meningkatkan kualitas hunian masyarakat di Kabupaten Pandeglang.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




