
Pantau - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ternate, Maluku Utara, kembali mengoperasikan Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Lompa setelah menjalani perawatan atau docking selama sekitar satu bulan untuk melayani transportasi masyarakat dari Pelabuhan Bastiong, Kota Ternate, menuju sejumlah wilayah di Kabupaten Halmahera Selatan.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ternate, Erlisetya Wahyudi, mengatakan KMP Lompa telah kembali melayani penyeberangan antarpulau sejak Rabu, 7 Oktober 2026.
Hal tersebut disampaikan Erlisetya dalam keterangannya di Ternate, Sabtu (10/10/2026), terkait pengoperasian kembali kapal feri yang melayani sejumlah lintasan penyeberangan perintis di wilayah Maluku Utara.
Menurut Erlisetya, pengoperasian kembali KMP Lompa dilakukan setelah kapal tersebut menyelesaikan proses perawatan yang dimulai sejak 1 September 2026.
Kapal tersebut kembali disiapkan untuk mendukung mobilitas penumpang, pengangkutan kendaraan, serta distribusi barang dan logistik ke sejumlah wilayah kepulauan.
"KMP Lompa merupakan kapal lintasan perintis yang melayani sejumlah rute penyeberangan dari Pelabuhan Bastiong menuju pulau-pulau di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan," kata Erlisetya Wahyudi.
KMP Lompa Kembali Layani Rute Ternate, Moti, Makian hingga Bacan
Erlisetya menjelaskan bahwa KMP Lompa merupakan salah satu kapal penyeberangan perintis yang berperan menghubungkan Kota Ternate dengan sejumlah pulau dan pelabuhan di Kabupaten Halmahera Selatan.
Rute pelayaran kapal tersebut dimulai dari Pelabuhan Bastiong di Kota Ternate menuju Pulau Moti, Pulau Makian, dan Pulau Kayoa.
Selanjutnya, KMP Lompa melayani penyeberangan menuju Pelabuhan Babang di Pulau Bacan serta Pelabuhan Saketa di Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan.
Lintasan tersebut menjadi bagian dari jaringan transportasi penyeberangan antarpulau yang melayani kebutuhan perjalanan masyarakat di wilayah Maluku Utara.
Sebelumnya, KMP Lompa harus menghentikan sementara kegiatan operasional karena menjalani proses docking sejak 1 September 2026.
Setelah menjalani perawatan selama sekitar satu bulan, kapal tersebut kembali beroperasi pada 7 Oktober 2026 untuk melayani kebutuhan transportasi penyeberangan masyarakat.
Pengoperasian kembali KMP Lompa diharapkan dapat memperlancar mobilitas penduduk yang melakukan perjalanan antarpulau, termasuk masyarakat yang membawa kendaraan maupun barang kebutuhan sehari-hari.
Selain melayani penumpang, keberadaan kapal tersebut juga mendukung pengangkutan logistik menuju sejumlah wilayah yang terhubung melalui jalur penyeberangan perintis.
ASDP Tetapkan Jadwal KMP Lompa Sebanyak 10 Pelayaran dalam Empat Pekan
Erlisetya menyampaikan bahwa frekuensi pelayaran KMP Lompa telah diatur berdasarkan jadwal operasional yang ditetapkan oleh PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ternate.
Dalam pengaturan tersebut, jumlah pelayaran kapal berbeda pada setiap pekan selama satu bulan.
Pada pekan pertama, KMP Lompa dijadwalkan melayani dua kali pelayaran, sedangkan pada pekan kedua frekuensinya meningkat menjadi tiga kali pelayaran.
Selanjutnya, pada pekan ketiga kapal kembali dijadwalkan melakukan dua kali pelayaran, sementara pada pekan keempat melayani tiga kali pelayaran.
Dengan pengaturan tersebut, KMP Lompa dijadwalkan melayani total 10 kali pelayaran dalam empat pekan sesuai ketentuan operasional yang telah ditetapkan.
Jadwal tersebut menjadi acuan dalam penyelenggaraan layanan penyeberangan dari Pelabuhan Bastiong menuju sejumlah wilayah di Kabupaten Halmahera Selatan.
Pihak ASDP berharap pengaturan frekuensi pelayaran tersebut dapat mendukung kebutuhan transportasi masyarakat sekaligus menjaga kelancaran operasional kapal.
ASDP Pastikan Kapal Laik Laut dan Ingatkan Penumpang Patuhi Aturan Keselamatan
Selain menjelaskan pengoperasian kembali KMP Lompa, Erlisetya menegaskan bahwa keselamatan pelayaran tetap menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan transportasi penyeberangan di wilayah Maluku Utara.
Menurutnya, kapal-kapal yang beroperasi di wilayah tersebut telah menjalani pemeriksaan oleh tim dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, kapal-kapal yang beroperasi dinyatakan laik laut sehingga memenuhi persyaratan untuk menjalankan kegiatan pelayaran.
Erlisetya menjelaskan bahwa pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan kapal sebelum melayani perjalanan penumpang dan pengangkutan kendaraan maupun barang.
Ia juga mengimbau seluruh masyarakat yang menggunakan jasa kapal feri agar selalu mematuhi ketentuan serta prosedur keselamatan selama melakukan perjalanan.
Kepatuhan terhadap aturan keselamatan dinilai penting untuk menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang sekaligus mendukung kelancaran operasional kapal.
Erlisetya menekankan bahwa keselamatan pelayaran tidak hanya menjadi tanggung jawab operator, tetapi juga membutuhkan kedisiplinan dan kerja sama dari seluruh pengguna jasa penyeberangan.
KMP Lompa Diharapkan Lancarkan Distribusi Logistik Antarpulau
Pengoperasian kembali KMP Lompa menjadi bagian dari upaya ASDP dalam menjaga konektivitas transportasi laut antara Kota Ternate dan sejumlah wilayah kepulauan di Kabupaten Halmahera Selatan.
Kapal penyeberangan perintis tersebut melayani kebutuhan masyarakat yang bergantung pada transportasi laut untuk melakukan perjalanan maupun mengangkut kendaraan dan barang.
Dengan kembali beroperasinya KMP Lompa, layanan penyeberangan menuju Pulau Moti, Makian, Kayoa, Bacan, dan wilayah Gane Barat diharapkan dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
ASDP juga berharap keberadaan kapal tersebut dapat membantu memperlancar distribusi kebutuhan logistik sekaligus mendukung aktivitas masyarakat di wilayah kepulauan Maluku Utara.
Pengoperasian KMP Lompa akan tetap mengacu pada jadwal pelayaran serta ketentuan keselamatan yang berlaku untuk memastikan layanan penyeberangan berlangsung aman dan lancar.
- Penulis :
- Shila Glorya




