HOME  ⁄  Nasional

Menag Nasaruddin Umar Dorong Kemandirian Pesantren, Al Yasini Kembangkan 19 Unit Ritel dan Raih Penghargaan Nasional

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Menag Nasaruddin Umar Dorong Kemandirian Pesantren, Al Yasini Kembangkan 19 Unit Ritel dan Raih Penghargaan Nasional
Foto: Menteri Agama Nasaruddin Umar di Ponpes Terpadu Al Yasini, Kab. Pasuruan, Sabtu (10/10/2026).

Pantau - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan komitmen Kementerian Agama (Kemenag) untuk memperkuat kemandirian ekonomi dan meningkatkan mutu pendidikan pondok pesantren di Indonesia saat mengunjungi Pondok Pesantren Terpadu Al Yasini, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (10/10/2026).

Nasaruddin menilai penguatan kelembagaan pesantren menjadi langkah penting dalam mendukung pengembangan pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan kemandirian ekonomi lembaga pendidikan Islam tersebut.

Melalui pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren, Kementerian Agama diharapkan dapat memberikan dukungan lebih besar terhadap kemajuan pondok pesantren di berbagai daerah.

"Melalui Ditjen Pontren ini, kita berharap agar Kemenag terus bisa lebih mengangkat martabat dan memajukan pondok pesantren di Indonesia, termasuk pesantren Al Yasini,” ujar Nasaruddin dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Dalam kunjungan tersebut, Menag juga mendapat pemaparan mengenai keberhasilan Pondok Pesantren Al Yasini mengembangkan berbagai unit usaha produktif untuk menopang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

Pesantren yang berdiri sejak 1940 itu kini memiliki 4.561 santri serta mengelola sejumlah usaha, termasuk 19 unit ritel, produk air minum dalam kemasan, dan layanan keuangan berbasis syariah.

Menag Dorong Penguatan Direktorat Jenderal Pesantren

Menteri Agama Nasaruddin Umar menaruh harapan besar terhadap penguatan kelembagaan pesantren melalui pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren.

Menurutnya, keberadaan direktorat jenderal tersebut diharapkan dapat memperkuat dukungan pemerintah terhadap pengembangan ekosistem pesantren secara menyeluruh.

Penguatan tersebut tidak hanya diarahkan pada peningkatan mutu pendidikan, tetapi juga mencakup kemandirian ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.

Nasaruddin menilai pesantren memiliki karakteristik pendidikan yang berbeda karena tidak hanya mengutamakan penguasaan ilmu pengetahuan secara intelektual.

Tradisi pendidikan pesantren juga memberikan perhatian terhadap pembentukan karakter, pengembangan intuisi, dan pendalaman spiritual santri.

Menurutnya, pendekatan pendidikan tersebut menjadi salah satu keunggulan pesantren dalam membentuk generasi yang memiliki pengetahuan sekaligus kedalaman spiritual.

Ia menjelaskan bahwa proses pembelajaran di pesantren turut mengajarkan santri untuk melakukan kontemplasi atau tafakkur serta penyucian jiwa atau tazkiyah.

“Di pondok pesantren, tazkiyah dulu baru ta'lim (penerimaan ilmu). Pembelajarannya bukan hanya deduksi akal, tetapi ada intuisi, kontemplasi, dan tazkiyah. Hal itulah yang mendatangkan keberkahan sehingga melahirkan tingkat kedalaman spiritual haqqun yaqin,” kata Menag.

Imam Besar Masjid Istiqlal tersebut berharap keunggulan pendidikan pesantren dapat terus dikembangkan seiring penguatan dukungan kelembagaan dari pemerintah.

Pesantren Al Yasini Kelola 19 Unit Ritel dan 10 Kantor Layanan Keuangan

Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Al Yasini, Nanik Asnawati, menjelaskan bahwa pesantren yang berdiri sejak 1940 tersebut terus mengembangkan kemandirian ekonomi melalui koperasi dan berbagai unit usaha produktif.

Menurut Nanik, pengembangan usaha dilakukan untuk membantu menopang kebutuhan pendidikan sekaligus memperluas manfaat pesantren bagi masyarakat sekitar.

Saat ini, Pondok Pesantren Al Yasini memiliki 4.561 santri yang mengikuti kegiatan pendidikan di lingkungan pesantren.

Untuk mendukung keberlanjutan kegiatan tersebut, Al Yasini mengembangkan koperasi pesantren yang mengelola berbagai bidang usaha.

Salah satu usaha yang dikembangkan adalah jaringan ritel dengan jumlah mencapai 19 unit.

Selain usaha ritel, Al Yasini juga memproduksi air minum dalam kemasan menggunakan merek milik pesantren sendiri.

Pesantren tersebut turut mengembangkan Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) dengan jaringan 10 kantor layanan.

“Saat ini, Koperasi Pesantren Al Yasini memiliki 19 unit retail, produk air minum dalam kemasan Al Yasini yang ada di hadapan Bapak, itu adalah milik kami sendiri, serta KSPPS dengan 10 kantor layanan,” kata Nanik.

Pengembangan berbagai unit usaha tersebut menjadi bagian dari upaya Al Yasini membangun sumber pendanaan yang dapat mendukung kegiatan pendidikan secara berkelanjutan.

Koperasi Al Yasini Raih Dua Penghargaan pada 2026

Keberhasilan Pondok Pesantren Al Yasini mengembangkan usaha produktif turut menghasilkan sejumlah penghargaan pada 2026.

Koperasi Pondok Pesantren Al Yasini berhasil meraih Juara 1 Koperasi Berprestasi Jawa Timur kategori koperasi pondok pesantren mandiri.

Selain penghargaan tingkat provinsi, Al Yasini juga memperoleh Juara 1 Santripreneur Nasional kategori perdagangan pada tahun yang sama.

Capaian tersebut berkaitan dengan pengembangan usaha koperasi yang mendukung kemandirian ekonomi pesantren.

Nanik menjelaskan bahwa hasil usaha pesantren tidak hanya digunakan untuk menunjang operasional pendidikan, tetapi juga disalurkan melalui berbagai program sosial.

Program tersebut mencakup pemberian beasiswa bagi santri penghafal Al-Qur'an dan santri berprestasi.

Pesantren juga memberikan bantuan seragam serta fasilitas belajar untuk mendukung kegiatan pendidikan.

Selain itu, Al Yasini menyalurkan sedikitnya 1.000 paket sembako setiap bulan Ramadan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Manfaat usaha pesantren juga disalurkan melalui bantuan hewan kurban serta pembangunan dan renovasi fasilitas masyarakat.

“Manfaat usahanya disalurkan setiap tahun melalui beasiswa santri tahfidz, santri berprestasi, bantuan seragam, fasilitas belajar, dan sedikitnya 1.000 paket sembako kami bagikan setiap bulan Ramadhan, penyaluran hewan kurban, serta bantuan pembangunan dan renovasi fasilitas masyarakat,” kata dia.

Berbagai program tersebut menjadi bagian dari pemanfaatan hasil usaha koperasi untuk mendukung pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

Al Yasini Kembangkan Wakaf Uang dan Dana Abadi Syariah

Selain mengelola koperasi dan unit usaha produktif, Pondok Pesantren Al Yasini juga mengembangkan pengelolaan wakaf uang.

Pengelolaan wakaf tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya memperkuat keberlanjutan pendanaan kegiatan pesantren.

Al Yasini turut mengembangkan dana abadi berbasis syariah untuk mendukung pengabdian lembaga pendidikan tersebut dalam jangka panjang.

Pengembangan sumber pendanaan tersebut menjadi bagian dari strategi pesantren dalam membangun kemandirian ekonomi.

Melalui pengelolaan dana yang berkelanjutan, pesantren berupaya menjaga kesinambungan program pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

Langkah tersebut juga menunjukkan pengembangan ekonomi pesantren tidak hanya bertumpu pada kegiatan usaha sehari-hari.

Al Yasini menggabungkan usaha produktif dengan pengelolaan dana berbasis syariah untuk mendukung kebutuhan lembaga dalam jangka panjang.

Pesantren Al Yasini Terapkan Konsep Ramah Lingkungan

Pondok Pesantren Al Yasini juga mengembangkan program lingkungan melalui penerapan konsep eco-pesantren berbasis ekoteologi.

Nanik Asnawati menjelaskan bahwa pendekatan tersebut diterapkan melalui berbagai kegiatan pengelolaan lingkungan di kawasan pesantren.

Salah satu program yang dijalankan adalah pengelolaan sampah untuk mendukung kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Pesantren juga menerapkan langkah penghematan energi dalam kegiatan operasional sehari-hari.

Selain penghematan energi, Al Yasini memanfaatkan tenaga surya sebagai bagian dari pengembangan sumber energi alternatif.

Pengembangan biogas turut menjadi salah satu inovasi lingkungan yang diterapkan pesantren.

Berbagai kegiatan tersebut menunjukkan upaya Al Yasini mengintegrasikan kepedulian lingkungan dengan aktivitas pendidikan dan pengelolaan pesantren.

Atas inovasi tersebut, Pondok Pesantren Al Yasini diusulkan menerima penghargaan lingkungan hidup dari Dinas Lingkungan Hidup Jawa Timur.

Usulan penghargaan itu berkaitan dengan penerapan program lingkungan yang dikembangkan di kawasan pesantren.

Al Yasini Kembangkan Layanan Digital untuk Orang Tua Santri

Selain memperkuat ekonomi dan pengelolaan lingkungan, Pondok Pesantren Al Yasini juga melakukan transformasi layanan berbasis teknologi digital.

Pengembangan layanan tersebut bertujuan meningkatkan efektivitas pengelolaan kegiatan pesantren.

Pemanfaatan teknologi digital juga diarahkan untuk memperkuat keterlibatan orang tua dalam memantau perkembangan santri.

Melalui pengembangan layanan tersebut, Al Yasini berupaya menyesuaikan pengelolaan pesantren dengan kebutuhan pendidikan yang terus berkembang.

Transformasi digital menjadi salah satu bagian dari inovasi yang dilakukan pesantren selain penguatan koperasi, wakaf, dan program lingkungan.

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya dukungan pemerintah agar pesantren dapat terus berkembang sebagai lembaga pendidikan yang mandiri.

Ia berharap penguatan kelembagaan melalui Direktorat Jenderal Pesantren dapat meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperluas kontribusi pesantren bagi masyarakat.

Pengembangan Pondok Pesantren Al Yasini melalui koperasi, usaha produktif, pengelolaan wakaf, program lingkungan, dan layanan digital menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian lembaga pendidikan Islam tersebut.

Kementerian Agama berkomitmen melanjutkan penguatan pendidikan dan pemberdayaan pesantren agar manfaatnya dapat dirasakan oleh santri maupun masyarakat di sekitarnya.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026