
Pantau - Wakil Menteri Lingkungan Hidup (LH) Diaz Hendropriyono meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memperhatikan pengelolaan limbah Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk air limbah dan sisa makanan, untuk mencegah pencemaran lingkungan.
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bersama Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menyatakan siap mendukung pemeriksaan baku mutu air limbah yang dihasilkan dapur MBG.
Pernyataan tersebut disampaikan Diaz setelah meninjau pengelolaan limbah SPPG Kelurahan 32 Ilir di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (8/10/2026).
Diaz menegaskan pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto harus berjalan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
Wamen LH Siap Periksa Baku Mutu Air Limbah Dapur MBG
Diaz mengatakan peninjauan terhadap SPPG dilakukan untuk memastikan penyelenggaraan program MBG tidak menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian pemerintah adalah pengelolaan limbah cair dari kegiatan pengolahan makanan.
"Kami disini melakukan peninjauan SPPG untuk memastikan bahwa program Presiden berjalan dengan baik dan tentunya tidak merusak lingkungan, salah satu yang penting adalah limbah cairnya. Kami siap dukung pengecekan baku mutu bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH)," kata Diaz dalam keterangannya yang dikonfirmasi dari Jakarta, Minggu (11/10/2026).
Pemeriksaan baku mutu diperlukan untuk memastikan air limbah yang dihasilkan dapur SPPG memenuhi ketentuan lingkungan.
KLH/BPLH menyatakan kesiapannya bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup setempat dalam pelaksanaan pemeriksaan tersebut.
Sisa Makanan MBG Didorong Diolah Menjadi Kompos
Selain limbah cair, Diaz menyoroti pentingnya pengelolaan sisa makanan yang dihasilkan dari kegiatan dapur MBG.
Menurutnya, sisa makanan dapat dimanfaatkan kembali melalui pengolahan menjadi kompos.
Pengolahan tersebut menjadi salah satu langkah untuk mengurangi jumlah sampah organik yang harus dibuang.
Diaz juga mengingatkan pengelola SPPG agar melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya.
Sampah yang telah dipilah selanjutnya dapat ditangani melalui kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup di masing-masing daerah.
Kerja sama tersebut mencakup pengangkutan sampah terpilah agar pengelolaannya dapat dilakukan secara lebih teratur.
KLH dan BGN Perkuat Kerja Sama Pengelolaan Limbah SPPG
Diaz menyampaikan bahwa KLH/BPLH berkomitmen mendukung Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Dukungan tersebut mencakup pengawasan dan pengelolaan dampak lingkungan dari kegiatan operasional dapur SPPG.
Pemerintah ingin memastikan penyediaan makanan bergizi bagi penerima manfaat berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan.
"KLH dan BGN bersama dengan dapur-dapur SPGG akan terus bekerja sama dan berkolaborasi supaya kita bisa memberikan makanan yang sehat dan bergizi untuk anak- anak bangsa," kata Wamen LH Diaz Hendropriyono.
Kolaborasi antara KLH, BGN, pengelola SPPG, dan pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat pengelolaan limbah dalam pelaksanaan program MBG.
Melalui pemeriksaan air limbah, pemilahan sampah, dan pemanfaatan sisa makanan menjadi kompos, pemerintah mendorong dapur MBG menjalankan pelayanan gizi dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
- Penulis :
- Gerry Eka




