
Pantau - Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran memastikan aktivitas bongkar muat dan distribusi logistik di Pelabuhan Bagendang, Kabupaten Kotawaringin Timur, tetap berjalan lancar di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sehingga pasokan kebutuhan pokok masyarakat di Kotawaringin Timur, Seruyan, dan Katingan tetap terjaga.
Kepastian tersebut disampaikan setelah Agustiar meninjau langsung operasional Pelabuhan Bagendang bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur pada Sabtu (10/10/2026).
Gubernur mengatakan peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi operasional pelabuhan sesuai dengan laporan yang diterima pemerintah daerah.
"Berdasarkan penjelasan pihak pengelola, aktivitas di Pelabuhan Bagendang berjalan lancar ya,” kata Agustiar di Palangka Raya, Minggu (11/10/2026).
Pelabuhan Bagendang menjadi salah satu fasilitas penting dalam mendukung pergerakan barang dan aktivitas perekonomian di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.
Gubernur Agustiar Sabran Tinjau Pelabuhan Bagendang Saat Karhutla
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran melakukan peninjauan langsung terhadap aktivitas kepelabuhanan di Bagendang, Kabupaten Kotawaringin Timur.
Kunjungan tersebut dilaksanakan bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur untuk memantau kelancaran pelayanan dan distribusi logistik.
Peninjauan dilakukan di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan yang menjadi tantangan bagi sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.
Agustiar menegaskan bahwa kelancaran operasional pelabuhan perlu terus dijaga karena fasilitas tersebut merupakan salah satu pintu utama penggerak perekonomian daerah.
Menurutnya, pemeriksaan langsung di lapangan diperlukan untuk memastikan kegiatan kepelabuhanan tetap berlangsung sebagaimana mestinya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga memberikan perhatian terhadap kelancaran distribusi barang yang dibutuhkan masyarakat.
Salah satu prioritasnya adalah memastikan pasokan bahan kebutuhan pokok tetap tersedia selama kondisi karhutla.
Pengelola Pastikan Bongkar Muat dan Distribusi Sembako Tetap Normal
Kepala Terminal Peti Kemas (TPK) Bagendang Bumiharjo Akhmad Fajar menyatakan bahwa kegiatan bongkar muat dan distribusi logistik masih berjalan dengan baik.
Menurutnya, kondisi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kalimantan Tengah belum mengganggu operasional pelabuhan secara signifikan.
“Alhamdulillah, selama kondisi kebakaran hutan dan lahan ini, aktivitas kita tetap normal, terutama distribusi bahan sembako kepada masyarakat,” ujarnya.
Akhmad menjelaskan bahwa kelancaran aktivitas pelabuhan berperan penting dalam menjaga pasokan barang ke sejumlah daerah.
Distribusi logistik melalui Pelabuhan Bagendang terutama mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur, Seruyan, dan Katingan.
Ketiga wilayah tersebut menjadi bagian dari daerah yang memperoleh dukungan pasokan barang melalui aktivitas kepelabuhanan di Bagendang.
Pengelola memastikan kegiatan bongkar muat tetap berlangsung dengan memperhatikan kondisi operasional dan keselamatan.
Pelabuhan Bagendang Layani Bongkar Muat hingga 6.000 TEUs per Bulan
Pelabuhan Bagendang menangani aktivitas bongkar muat peti kemas hingga mencapai 6.000 TEUs setiap bulan.
TEUs merupakan satuan yang digunakan untuk mengukur kapasitas peti kemas berdasarkan ukuran kontainer sepanjang 20 kaki.
Volume bongkar muat tersebut menunjukkan peran Pelabuhan Bagendang dalam mendukung pergerakan logistik di Kalimantan Tengah.
Aktivitas pelabuhan menjadi bagian dari jalur distribusi barang yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Selain melayani pengiriman berbagai komoditas, operasional pelabuhan juga mendukung distribusi bahan kebutuhan pokok.
Pengelola berupaya mempertahankan kelancaran kegiatan tersebut meskipun wilayah Kalimantan Tengah menghadapi tantangan akibat karhutla.
Pemerintah daerah berharap kegiatan bongkar muat dapat terus berlangsung sehingga pasokan barang tidak mengalami hambatan.
Operasional Kapal Disesuaikan dengan Kondisi Pasang Surut Air
Akhmad Fajar menjelaskan bahwa kegiatan kepelabuhanan di Bagendang tetap memperhatikan kondisi pasang surut air.
Pengaturan aktivitas kapal dilakukan berdasarkan keadaan perairan untuk menjaga keamanan dan kelancaran operasional.
Kegiatan bongkar muat juga dilaksanakan sesuai prosedur operasional standar yang berlaku.
Penyesuaian tersebut menjadi bagian dari pengelolaan aktivitas pelabuhan agar kapal dan petugas dapat bekerja dengan aman.
Menurut pengelola, kondisi pasang surut menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam menentukan pelaksanaan kegiatan operasional.
Dengan mengikuti kondisi perairan dan prosedur keselamatan, aktivitas bongkar muat tetap dapat dilaksanakan.
Pengelola pelabuhan menyatakan kegiatan distribusi logistik masih berjalan normal meskipun terdapat tantangan lingkungan di wilayah Kalimantan Tengah.
Pemprov Kalteng Prioritaskan Kelancaran Pasokan Kebutuhan Pokok
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menaruh perhatian terhadap keberlangsungan distribusi kebutuhan pokok selama penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Kelancaran operasional Pelabuhan Bagendang dinilai penting untuk memastikan barang dapat terus disalurkan ke masyarakat.
Gubernur Agustiar Sabran menegaskan perlunya menjaga aktivitas pelabuhan sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah.
Pemerintah daerah berharap kegiatan bongkar muat dan pelayanan kepelabuhanan tetap berlangsung optimal di tengah kondisi karhutla.
Pengelola TPK Bagendang Bumiharjo memastikan distribusi logistik ke Kotawaringin Timur, Seruyan, dan Katingan masih berjalan dengan baik.
Dengan aktivitas bongkar muat mencapai 6.000 TEUs per bulan, Pelabuhan Bagendang tetap menjalankan perannya dalam mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat Kalimantan Tengah.
- Penulis :
- Gerry Eka




