HOME  ⁄  News

Serangan Houthi ke Bandara Riyadh Tewaskan 12 Orang, Komisi Eropa Peringatkan Eskalasi Konflik Berbahaya di Timur Tengah

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Serangan Houthi ke Bandara Riyadh Tewaskan 12 Orang, Komisi Eropa Peringatkan Eskalasi Konflik Berbahaya di Timur Tengah
Foto: Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengadakan konferensi pers tentang aplikasi verifikasi usia digital Uni Eropa bersama Wakil Presiden Henna Virkkunen di Brussels, Belgia, pada 15 April 2026.

Pantau - Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen memperingatkan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah serangan kelompok Houthi terhadap bandara di Riyadh, Arab Saudi, menewaskan 12 orang dari berbagai negara dan menyebabkan operasional penerbangan dihentikan sementara.

Von der Leyen menyebut serangan tersebut sebagai eskalasi berbahaya karena menimbulkan korban jiwa serta mengancam stabilitas kawasan dan kelancaran transportasi internasional.

“Serangan Houthi paling mematikan sejauh ini terhadap Bandara Riyadh menandai eskalasi berbahaya,” kata von der Leyen melalui akun media sosial X, Minggu (11/10/2026).

Menurut otoritas penerbangan sipil Arab Saudi, korban tewas terdiri atas empat warga Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.

Serangan tersebut juga mengakibatkan sejumlah orang mengalami luka-luka, dengan beberapa korban dilaporkan berada dalam kondisi kritis.

Ursula von der Leyen Kecam Serangan Houthi ke Bandara Riyadh

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyampaikan keprihatinan atas serangan terhadap fasilitas penerbangan di Riyadh yang menyebabkan jatuhnya korban sipil.

Ia menilai serangan tersebut memperburuk situasi keamanan di kawasan yang telah menghadapi peningkatan ketegangan dalam beberapa hari terakhir.

“Doa kami bersama para korban dan keluarga mereka,” ucapnya.

Von der Leyen juga menyampaikan solidaritas kepada pemerintah Arab Saudi dan masyarakat yang terdampak serangan.

Dalam pernyataannya, ia menyoroti keterlibatan kelompok Houthi yang disebutnya sebagai proksi Iran dalam rangkaian serangan di kawasan.

“Serangan yang dilakukan oleh proksi Iran ini mendorong kawasan tersebut ke dalam pusaran kekerasan,” katanya.

Ia turut menyerukan penghentian segera kekerasan yang menyasar warga sipil.

Otoritas Arab Saudi Laporkan 12 Orang Tewas dari Delapan Negara

Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi mengonfirmasi bahwa serangan terhadap bandara di Riyadh menyebabkan 12 orang meninggal dunia.

Sebanyak empat korban merupakan warga negara Arab Saudi.

Dua korban lainnya merupakan warga negara Bangladesh.

Sementara itu, enam korban tewas lainnya masing-masing berasal dari Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.

Selain korban meninggal, sejumlah orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

Para korban luka telah mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Beberapa di antara mereka dilaporkan berada dalam kondisi kritis.

Otoritas setempat belum merinci jumlah keseluruhan korban luka dalam laporan tersebut.

Operasional Bandara Riyadh Dihentikan Sementara Setelah Serangan

Serangan terhadap bandara di Riyadh turut menyebabkan gangguan terhadap aktivitas penerbangan.

Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi sebelumnya mengumumkan penghentian sementara operasional bandara setelah insiden tersebut.

Langkah itu dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada petugas terkait melakukan penilaian terhadap kerusakan fasilitas.

Pemeriksaan juga dilakukan untuk memastikan keamanan area bandara sebelum kegiatan penerbangan dapat dilanjutkan.

Penghentian operasional tersebut berdampak pada jadwal penerbangan dan perjalanan penumpang.

Para calon penumpang diimbau memeriksa informasi terbaru dari maskapai masing-masing sebelum berangkat menuju bandara.

Dalam laporan tersebut, belum dijelaskan kapan operasional bandara akan kembali berjalan secara normal.

Komisi Eropa Soroti Ancaman terhadap Transportasi dan Energi Global

Selain mengecam jatuhnya korban jiwa, von der Leyen menyoroti dampak serangan terhadap infrastruktur penting di kawasan Timur Tengah.

Ia memperingatkan bahwa gangguan keamanan di kawasan tersebut dapat memengaruhi jaringan transportasi internasional dan fasilitas energi.

“Serangan-serangan tersebut mengganggu simpul-simpul penting transportasi dan energi global, serta menimbulkan dampak berantai yang dirasakan di seluruh dunia,” tambahnya.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya serangan terhadap sejumlah fasilitas penting di Arab Saudi.

Von der Leyen menilai rangkaian serangan tersebut turut meningkatkan ketidakstabilan kawasan.

Komisi Eropa juga menekankan pentingnya penghentian kekerasan yang menimbulkan korban di kalangan masyarakat sipil.

Ketegangan Meningkat Setelah Rangkaian Serangan Rudal dan Drone Houthi

Serangan terhadap bandara di Riyadh terjadi di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir.

Kelompok Houthi dilaporkan melancarkan serangkaian serangan menggunakan rudal dan pesawat nirawak terhadap sejumlah bandara serta fasilitas lainnya.

Rangkaian serangan tersebut menjadi perhatian internasional karena menyasar infrastruktur yang berkaitan dengan aktivitas masyarakat dan transportasi.

Serangan terbaru di Riyadh disebut von der Leyen sebagai serangan Houthi paling mematikan terhadap fasilitas bandara tersebut sejauh ini.

Otoritas Arab Saudi masih melakukan penilaian terhadap dampak serangan, termasuk kondisi fasilitas penerbangan dan keselamatan operasional.

Sementara itu, korban luka masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Komisi Eropa menyerukan agar kekerasan terhadap warga sipil segera dihentikan untuk mencegah meningkatnya korban dan ketidakstabilan kawasan.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026