HOME  ⁄  Nasional

Indonesia dan Amerika Serikat Perkuat Kerja Sama Pertahanan Lewat MDCP 2026, TNI Terima 12 Kendaraan Tempur Amfibi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Indonesia dan Amerika Serikat Perkuat Kerja Sama Pertahanan Lewat MDCP 2026, TNI Terima 12 Kendaraan Tempur Amfibi
Foto: (Sumber :Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Indroyono Soesilo (memakai peci) memberikan potongan tumpeng kepada Atase Pertahanan RI Marsekal Pertama TNI Yose Ridha pada acara syukuran HUT ke-81 TNI di di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (9/10/2026). ANTARA/HO-KBRI Washington/pri.)

Pantau - Indonesia dan Amerika Serikat terus memperkuat kerja sama pertahanan melalui Indonesia-US Major Defense Cooperation Partnership (MDCP) 2026 yang mencakup pendidikan militer, latihan bersama, peningkatan kemampuan personel, hingga pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk TNI.

Atase Pertahanan RI di Amerika Serikat, Marsekal Pertama TNI Yose Ridha, menyatakan kerja sama yang ditandatangani pada 13 April 2026 tersebut menjadi landasan penguatan hubungan pertahanan kedua negara.

Kerja sama itu juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan interoperabilitas antara TNI dan angkatan bersenjata Amerika Serikat.

Hal tersebut disampaikan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (9/10/2026).

Informasi tersebut disampaikan melalui siaran pers KBRI Washington yang diterima di Jakarta, Senin (12/10/2026).

MDCP 2026 Buka Peluang Pendidikan Militer TNI di Amerika Serikat

Yose Ridha menjelaskan bahwa kerja sama pertahanan Indonesia dan Amerika Serikat memberikan kesempatan bagi personel TNI untuk mengikuti pendidikan di berbagai lembaga militer terkemuka.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme, kapasitas kepemimpinan, dan kemampuan personel militer Indonesia.

Sejumlah lembaga pendidikan militer Amerika Serikat yang menjadi bagian dari kerja sama tersebut meliputi:

  • US National Defense University.
  • US Naval War College.
  • US Army Command and General Staff College.
  • US Air Force Academy.
  • US Military Academy di West Point.
  • US Naval Academy.

Melalui program pendidikan tersebut, perwira TNI memperoleh kesempatan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan di bidang pertahanan.

Selain pendidikan militer, MDCP 2026 juga menjadi landasan penguatan kerja sama operasional antara kedua angkatan bersenjata.

TNI dan Militer AS Gelar Sejumlah Latihan Bersama

Indonesia dan Amerika Serikat juga memperluas kerja sama melalui berbagai latihan militer bilateral maupun multilateral.

Latihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan personel dan koordinasi antarsatuan dalam pelaksanaan operasi militer.

Sejumlah latihan yang menjadi bagian dari kerja sama pertahanan kedua negara antara lain:

  • Super Garuda Shield 2026.
  • Rim of the Pacific Exercise (RIMPAC) 2026 di Hawaii.
  • Cope West Exercise.
  • Multilateral Naval Exercise Komodo.
  • Keris-MAREX yang melibatkan Korps Marinir TNI Angkatan Laut dan Korps Marinir Amerika Serikat.

Rangkaian latihan tersebut menjadi bagian dari peningkatan interoperabilitas dan kemampuan kerja sama militer Indonesia dengan Amerika Serikat.

Indonesia Terima 12 Kendaraan Tempur Amfibi dari Rencana 105 Unit

Di bidang modernisasi alutsista, Yose Ridha mengungkapkan bahwa Indonesia telah menerima gelombang pertama sebanyak 12 unit kendaraan tempur amfibi AA M-35.

Kendaraan tersebut merupakan bagian dari rencana pengadaan sebanyak 105 unit untuk memperkuat Korps Marinir TNI Angkatan Laut.

Selain kendaraan tempur amfibi, kerja sama pertahanan juga mencakup rencana pembangunan helikopter Bell dan Black Hawk.

Terdapat pula rencana pengadaan mesin General Electric untuk pesawat CN-235 yang diproduksi PT Dirgantara Indonesia.

Berbagai program tersebut menjadi bagian dari penguatan kemampuan pertahanan Indonesia melalui kerja sama dengan Amerika Serikat.

HUT ke-81 TNI di Washington Tegaskan Profesionalisme Prajurit

Penguatan kerja sama pertahanan tersebut turut menjadi pembahasan dalam acara syukuran HUT ke-81 TNI yang digelar di KBRI Washington DC.

Kegiatan itu dihadiri Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Indroyono Soesilo bersama jajaran perwakilan Indonesia.

Peringatan HUT TNI tahun ini mengusung tema "TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur".

Dalam kesempatan tersebut, Yose Ridha kembali menegaskan jati diri TNI sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional, dan Tentara Profesional.

Ia menekankan pentingnya menjaga profesionalisme prajurit dalam menjalankan tugas pertahanan negara.

Dubes Indroyono Ingatkan Sejarah Perjuangan TNI

Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Indroyono Soesilo dalam sambutannya mengingatkan perjalanan panjang pembentukan TNI sejak masa perjuangan kemerdekaan.

Menurutnya, pembentukan kekuatan militer Indonesia tidak terlepas dari bergabungnya berbagai unsur perjuangan, termasuk mantan anggota PETA, KNIL, Heiho, laskar Hizbullah, dan Tentara Pelajar.

Indroyono menyebut pemilihan Jenderal Soedirman sebagai Panglima Besar Tentara Keamanan Rakyat pada 12 November 1945 sebagai salah satu tonggak penting konsolidasi militer Indonesia.

Ia juga menyinggung Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta yang menunjukkan kepada masyarakat internasional bahwa Republik Indonesia dan TNI tetap ada.

Selain mempertahankan kedaulatan negara, TNI turut berkontribusi dalam misi perdamaian internasional melalui pengiriman Kontingen Garuda.

Pengiriman pasukan perdamaian Indonesia dimulai dengan penugasan ke Mesir pada 1957 dan terus berkembang dalam berbagai misi internasional.

Dalam peringatan tersebut, penghargaan juga disampaikan kepada keluarga prajurit, khususnya para istri, yang memberikan dukungan ketika anggota TNI menjalankan tugas negara.

Melalui momentum HUT ke-81 TNI, Indonesia kembali menegaskan komitmen memperkuat profesionalisme militer, hubungan dengan masyarakat, dan kerja sama pertahanan internasional untuk menjaga kedaulatan negara.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026