HOME  ⁄  Nasional

Antrean BBM Mengular hingga Jalan Raya di Jember, Pertamina Ungkap Penyebab dan Pastikan Stok Tetap Aman

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Antrean BBM Mengular hingga Jalan Raya di Jember, Pertamina Ungkap Penyebab dan Pastikan Stok Tetap Aman
Foto: Antrean kendaraan di SPBU Jalan Ahmad Yani, Jember pada Kamis 8/10/2026 (sumber: ANTARA/Zumrotun Solichah)

Pantau - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) mengungkapkan bahwa antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dipicu oleh perubahan jadwal dan penyesuaian pola distribusi bahan bakar minyak (BBM), bukan karena pengurangan pasokan.

Pertamina memastikan ketersediaan stok BBM tetap terjaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat meskipun perubahan jadwal pengiriman menyebabkan antrean kendaraan di sejumlah SPBU, terutama wilayah Jember bagian selatan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan pihaknya terus memantau pelayanan SPBU serta perkembangan pasokan BBM di Jember dan wilayah sekitarnya.

"Kami terus memantau pelayanan SPBU di Jember dan beberapa wilayah lainnya. Pemantauan pasokan terus dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, kesiapan operasional, serta kondisi distribusi di lapangan," kata Ahad saat dihubungi melalui sambungan telepon dari Jember, Senin (12/10/2026).

Menurut Ahad, perubahan jadwal distribusi turut dipengaruhi kondisi geopolitik yang berdampak terhadap pola pengiriman BBM, termasuk jadwal kedatangan kapal tanker.

Pertamina Sebut Konflik Geopolitik Pengaruhi Jadwal Pengiriman BBM

Ahad menjelaskan bahwa konflik geopolitik yang masih berlangsung menjadi salah satu faktor yang memengaruhi jadwal dan pola pengiriman BBM.

Kondisi tersebut turut berdampak pada penyesuaian jadwal kedatangan kapal tanker yang menjadi bagian dari sistem pasokan bahan bakar.

Perubahan jadwal kedatangan kapal menyebabkan Pertamina perlu menyesuaikan pengiriman BBM dari fasilitas penyimpanan menuju sejumlah SPBU.

Penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan operasional, kebutuhan masyarakat, serta kondisi distribusi di lapangan.

Meski terjadi perubahan pola pengiriman, Pertamina menegaskan bahwa perusahaan tidak mengurangi jumlah BBM yang disalurkan kepada masyarakat.

“Kami tegaskan bahwa tidak ada pengurangan pengiriman, namun memang ada penyesuaian dalam pola distribusi BBM, sehingga masyarakat diimbau tidak panik," kata Ahad.

Menurut Pertamina, antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU lebih berkaitan dengan perubahan pengaturan distribusi dan waktu pengiriman dibandingkan dengan ketidaktersediaan stok BBM secara keseluruhan.

Perusahaan menyatakan terus mengoptimalkan pola distribusi agar kebutuhan bahan bakar masyarakat tetap dapat terpenuhi.

Antrean Kendaraan di SPBU Jember Selatan Memanjang hingga Jalan Raya

Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah SPBU yang berada di kawasan Jember bagian selatan.

Di beberapa lokasi, antrean kendaraan bahkan dilaporkan memanjang hingga keluar area SPBU dan mencapai ruas jalan di sekitar fasilitas pengisian bahan bakar.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perubahan jadwal pengiriman berdampak terhadap aktivitas masyarakat yang membutuhkan BBM untuk kendaraan mereka.

Pertamina mengakui bahwa penyesuaian distribusi dapat menyebabkan masyarakat harus menunggu lebih lama untuk memperoleh bahan bakar pada waktu tertentu.

Ahad menjelaskan bahwa wilayah Jember bagian selatan menjadi salah satu perhatian khusus karena jaraknya dari terminal BBM di Tanjungwangi, Kabupaten Banyuwangi.

Jarak pengiriman tersebut menjadi pertimbangan dalam menentukan rute perjalanan mobil tangki dan mengatur waktu penyaluran BBM menuju SPBU.

Pertamina berupaya mengoptimalkan pengiriman dengan memperhitungkan kondisi geografis serta kesiapan operasional distribusi.

Penyesuaian tersebut dilakukan agar pasokan BBM dapat menjangkau SPBU sesuai perkembangan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

Pertamina Tegaskan Stok BBM Tidak Langka Meski Antrean Panjang

Pertamina Patra Niaga kembali memastikan bahwa persediaan BBM tetap tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Jember dan wilayah sekitarnya.

Menurut Ahad, antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU tidak dapat langsung diartikan sebagai kondisi kelangkaan BBM secara menyeluruh.

"Stok BBM tetap terjaga dan tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, namun ada perubahan jadwal pengiriman, sehingga memicu antrean panjang di SPBU. Kalau BBM di tingkat pengecer itu ada, artinya BBM tidak langka karena bahan bakar tersebut ada," kata Ahad.

Dalam penjelasannya, Ahad menggunakan keberadaan BBM di tingkat pengecer sebagai salah satu alasan untuk menyatakan bahwa bahan bakar masih tersedia di masyarakat.

Meski demikian, antrean panjang di sejumlah SPBU menunjukkan bahwa penyesuaian jadwal distribusi tetap berdampak terhadap kemudahan masyarakat memperoleh BBM.

Pertamina menyatakan terus melakukan pemantauan stok dan kebutuhan bahan bakar agar pengiriman dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan.

Pemantauan tersebut mencakup kesiapan operasional distribusi, perkembangan kebutuhan masyarakat, serta kondisi pengiriman menuju SPBU.

Pertamina Imbau Masyarakat Tidak Panik dan Hindari Pembelian BBM Berlebihan

Selain menjelaskan kondisi distribusi, Pertamina mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap informasi mengenai pasokan dan harga BBM yang beredar di media sosial.

Perusahaan meminta masyarakat tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi, terutama informasi mengenai dugaan kelangkaan BBM maupun kenaikan harga bahan bakar.

Menurut Pertamina, penyebaran informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya berpotensi menimbulkan kekhawatiran masyarakat.

Kekhawatiran tersebut dikhawatirkan mendorong masyarakat melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying.

Pembelian dalam jumlah lebih besar daripada kebutuhan normal berpotensi meningkatkan antrean kendaraan di SPBU.

Karena itu, Pertamina mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli bahan bakar sesuai kebutuhan masing-masing.

"Kami juga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak membeli secara berlebihan karena khawatir stok habis. Pertamina pastikan bahwa stok BBM aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," ujar Ahad.

Pertamina menegaskan bahwa penyesuaian distribusi yang sedang berlangsung tidak berarti perusahaan mengurangi volume pengiriman BBM.

Pertamina Koordinasi dengan Polisi dan Dishub untuk Atasi Antrean SPBU

Antrean kendaraan yang memanjang hingga keluar area SPBU juga menjadi perhatian Pertamina karena berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian dan Dinas Perhubungan.

Koordinasi dilakukan untuk membantu mengatur pergerakan kendaraan yang mengantre agar tidak menimbulkan kemacetan di ruas jalan sekitar SPBU.

Keterlibatan aparat kepolisian dan Dinas Perhubungan difokuskan pada pengaturan lalu lintas sebagai respons terhadap antrean kendaraan yang meluas hingga ke luar area pengisian bahan bakar.

Selain pengaturan lalu lintas, Pertamina terus memantau kebutuhan BBM di lapangan untuk menentukan penyesuaian jadwal dan rute pengiriman.

Langkah penanganan difokuskan pada pemantauan stok, pengoptimalan distribusi, serta koordinasi operasional dengan pihak terkait.

Meski demikian, Pertamina belum merinci jumlah SPBU di Kabupaten Jember yang mengalami antrean panjang.

Perusahaan juga belum menyampaikan kepastian mengenai berapa lama penyesuaian jadwal dan pola distribusi BBM tersebut akan berlangsung.

Pertamina Patra Niaga menyatakan akan terus menjaga ketersediaan pasokan dan mengoptimalkan pengiriman agar pelayanan SPBU di Kabupaten Jember serta wilayah sekitarnya tetap berjalan.

Masyarakat kembali diimbau untuk tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi karena Pertamina memastikan stok bahan bakar masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026